SLEMAN – Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir menyebabkan Jembatan Denggung ambrol. Jembatan tersebut menghubungkan Dusun Gabugan, Donokerto, Kecamatan Turi dan Dusun Karanggeneng, Desa Purwobinangun, Pakem.

Salah seorang warga Desa Karanggeneng, Juwari mengatakan, jembatan Denggung memiliki panjang enam meter dan lebar empat meter. Sebenarnya sudah mengalami kerusakan sejak setahun lalu, saat Jogja dilanda Badai Cempaka.

“Namun jembatan (saat itu) masih bisa dilalui kendaraan roda dua. Sebagian talud telah ambrol,” kata Juwari.

Dana untuk memperbaiki jembatan tersebut belum ada. Akhirnya, dibangunlah jembatan darurat, berupa jembatan sesek. Merupakan jembatan yang terbuat dari bambu.

Namun hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir, menyebabkan jembatan sesek tersebut hanyut terbawa air sungai. Membuat jembatan utama beserta talud yang telah rusak amblas terbawa arus air.

“Padahal jembatan ini merupakan akses penting Gabugan dan Karanggeneng. Banyak siswa ataupun warga memakai jembatan ini. Rusaknya jembatan menyebabkan warga harus memutar sejauh lima kilometer,” kata Kepala BPBD Sleman, Joko Supriyanto, Rabu (14/11).

Joko mengatakan, telah mengerahkan anggotanya maupun relawan untuk membersihkan sampah yang menyumbat Sungai Denggung. Sampah tersebut yang menjadi penyebab jembatan sesek jebol.

Pihaknya akan segera membuat jembatan sesek baru sebagai jembatan darurat bagi warga. “Hari ini (kemarin) kami kerahkan anggota untuk membangun jembatan sesek dulu,’’ kata Joko.

Alat berat juga akan didatangkan untuk memudahkan pekerjaan. ‘’Pada 2019 akan dibangun jembatan permanen. Karena anggaran baru ada pada 2019,’’ ujar Joko. (sky/iwa/rg/mg3)