JOGJA – Kasus pelanggaran disiplin tidak hanya terjadi di liga profesional saja. Di kompetisi yang digelar Askot Jogja pun kerap terjadi pelanggaran disiplin.

Ya, Komisi Disiplin PSSI Askot PSSI Jogja menjatuhkan sanksi terhadap pemain SO A Takrib, Ridho Cahyo. Hal itu buntut dari kericuhan laga antara SO A Takrib kontra Miliran FC pada Sabtu (3/11) lalu.

Ketua Komdis Askot PSSI Jogja Suparidjan dalam suratnya menyebut, pemain bernomor punggung 10 tersebut bertingkah laku buruk. Yakni dengan sengaja memukul pemai Miliran FC Muhdy Alhabsy, sehingga menyebabkan terjadinya keributan. ”Larangan bermain sebanyak tiga kali dalam pertandingan berikutnya pada kompetisi di lingkungan Askot Jogja,” terangnya.

Dijelaskan, keputusan tersebut berdasarkan kode disiplin PSSI 2018 dan juga peraturan khusus kompetisi Liga 1 Asosiasi PSSI Jogja yang telah tertuang dalam aturannya.

Sementara itu Ketua Askot PSSI Jogja M Irham menegaskan, federasi selalu menjunjung sportivitas dan fair play dalam setiap laga. Harapannya, setiap pemain dapat menjaga kondosufitas pertandingan di Liga 1, 2 dan 3. ”Kami Askot menyiapkan sanksi bagi pelanggaran,” jelasnya.

Dijelaskan kompetisi yang digelar oleh Askot PSSI Jogja, selain menjadi wahana sepak bola tim-tim Jogja, juga sebagai ajang dalam mencari bibit sepak bola untuk persiapan Porda XV DIJ. Apalagi, Kota Jogja menjadi tuan rumah, dimana gengsi menjadi juara di rumah sendiri menjadi target Askot.

Dia berharap para pemain menunjukkan permainan terbaiknya. Disamping mengedepankan sportivitas yang menjadi ruh olahraga. ”Kami ingin kompitisi berjalan lancar hingga usai dan mendapatkan pemain terbaik untuk Porda tahun depan,” jelasnya. (bhn/din/zl/mg3)