JOGJA – Masyarakat, PKL dan pemilik toko di kawasan Malioboro terganggu dengan pentas seni yang digelar komunitas pinggir kali (Girli) di depan Kepatihan Jogja Sabtu (10/11) malam. Itu karena selama konser juga terdapat aksi mabuk-mabukan. Bahkan ada yang hingga tiduran di depan toko di Malioboro.

Menurut salah seorang pemilik toko di Malioboro, pada saat peringatan HUT komunitas Girli tersebut mendapat laporan ada yang mabuk hingga di depan tokonya. “Saya tidak tahu, hanya dapat laporan dari PKL ada yang mabuk sampai pingsan di depan properti saya,” ujar perempuan yang enggan namanya dikorankan itu Minggu (10/11).

Kebetulan tokonya berada di seberang bekas pintu masuk kompleks Kepatihan Jogja itu. Menurut dia bukan kali ini saja ketika ada pentas seni dari komunitas Girli kemudian ada orang yang mabuk. “Mereka ini sering membuat resah warga dan pelaku usaha, tidak seharusnya mendapatkan izin lagi,” tuturnya.

Sementara itu Ketua RT 35 Sosromenduran Vivi Trisnasari juga mengaku mendapat laporan dari warga ada kegiatan mabuk-mabukan di depan toko di Malioboro. Menurut dia untuk lokasi pentas di depan Kepatihan, masuk wilayah Danurejan, sedang toko di seberangnya masuk wilayah Sosromenduran Gedongtengen.

“Kami dari wilayah tidak dapat pemberitahuan, sampai lurah dan Dintib (Satpol PP) juga tidak tahu, izinya hanya dari UPT Malioboro,” katanya.
Vivi juga mengaku mendapat keluhan karena panggung yang dipakai menggunakan jalur pedestrian, sehingga pejalan kaki harus berjalan di badan jalan. “Jalanya harus di luar pedestrian, kalau kesampar kendaraan gimana,” ujarnya setengah bertanya.

Dikonfirmasi terpisah Kepala UPT Malioboro Ekwanto mengaku akan mengevaluasi izin yang diberikan pada komunitas Girli. Itu karena sebelum memberikan izin untuk pentas sabtu malam, sudah diperingatkan supaya tidak ada aksi mabuk-mabukan.

“Pada pentas sebelumnya ada juga yang mabuk, maka kami sudah peringatkan kali ini (kemarin) tidak ada lagi (yang mabuk), tapi kok tetap masih ada,” keluhnya.

Terkait hal itu mantan Lurah Prawirodirjan itu mengaku Minggu (11/11) akan dilakukan evaluasi. Menurut dia UPT Malioboro pada prinsipnya memberi izin pentas seni maupun penggalangan dana, selama sesuai peraturan. “Tentu akan jadi evaluasi bagi kami,” katanya.

Sementara itu salah seorang pengurus Girli Geol, ketika dikonfirmasi Radar Jogja melalui aplikasi WhatsApp, hingga tadi malam belum merespon ketika dimintai tanggapanya. Pesan maupun telepon yang dikirim Radar Jogja tidak dibalas. (pra/zl/mg3)