MADURA – PSS Sleman harus bisa mengatasi hadangan Madura FC di laga keempat putaran delapan besar Liga 2 di Stadion Ahmad Yani, (Senin 12/11). Hasil yang dicapai kedua tim akan berpengaruh pada papan klasemen Grup B babak delapan besar Liga 2 Indonesia.

Untuk sementara PSS Sleman berada di posisi runner up dengan nilai empat hasil dari sekali menang, satu kali seri, dan sekali kalah. Sementara Madura FC sementara di posisi buncit Grup B dengan mengantongi poin tiga hasil dari sekali menang dan dua kali kekalahan.

Super Elja (Elang Jawa) dipastikan ke Madura tidak dengan kekuatan penuh. Sejumlah penggawa yang kerap masuk dalam starting eleven PSS di babak delapan besar, di parkir di Sleman. Christian Gonzales, Rifal Lastori, Aditya Putra Dewa, Ikhwan Ciptady, dan Amarzukih tidak masuk dalam 18 skuad yang dibawa dalam away terakhir babak delapan besar.

Tidak hanya para pemain inti. PSS Sleman pun dipastikan bermain tanpa dukungan suporter fanatik mereka di dalam stadion. Hal itu sebagai buntut sanksi dari Komisi Disiplin PSSI, akibat kericuhan di laga pertama di Stadion Madura FC.

Pelatih Seto Nurdiyantara tampaknya memilih bermain aman guna menghindari para pemain dari cedera. Mengingat PSS Sleman masih memiliki dua laga kandang yang masih sangat menentukan bagi PSS Sleman. “Pertimbangannya saya ingin membawa skuad yang lebih bugar dan bisa mengantisipasi permainan cepat mereka,” kata Seto saat dihubungi Minggu (11/11).

Namun upaya menurunkan pemain lapis, bisa jadi menjadi bumerang bagi PSS dalama upaya mencuri poin. Pasalnya, saat bermain dengan kekuatan penuh, Ichsan Pratama dkk tampak kesulitan membokar rapatnya pertahan Laskar Jokotole. Bahkan barisan belakang PSS pun kerap keteteran mengimbangi permainan cepat dari Beny Ashar dkk.

Ya, Seto pun mengakui bahwa Madura FC menjadi lawan cukup berat dan selalu menyulitkan timnya. Dia pun meminta kepada anak asuhnya untuk memotong alur serangan tuan rumah mulai dari tengah. Oleh karenanya, dia meminta kepada para pemain yang diturunkan pada pertandingan hari ini untuk bisa menjadi filter terhadap serangan lawan.

“Aliran thru pass dan kecepatan mereka cukup berbahaya. Kami kerap kecolongan melalui gaya permainan itu. Sebelum ke Madura, kami telah benahi celah-celah tersebut,” jelas pelatih asal Kalasan ini.

Sementara itu, Pelatih Madura FC Salahudin meminta kepada skuad-nya untuk tampil habis-habisan kala menghadapi PSS Sleman di laga kandang nanti. Poin penuh menjadi peluang bagi Madura FC untuk tetap bisa bersaing mendapatkan tiket ke babak semifinal. “Tidak ada kata lain, selain meraih kemenangan di kandang sendiri,” jelasnya.

Saat disinggung kondisi lawan yang tidak menurunkan skuad intinya, dikatakan PSS memiliki pemain inti dengan kualitas yang cukup baik. Menurutnya, pemain pelapis yang dimiliki oleh Super Elja, sama baiknya dengan pemain inti.
“Tetap akan kami waspadai siapa pun yang akan dimainkan mereka. Karena saya yakin mereka pun mengincar poin di kandang kami,” terangnya. (bhn/laz/by/mg3)

Prediksi Line Up

(GRAFIS: HEPRI KARTUN/RADAR JOGJA)