Kepada
Yth. Pimpinan DPRD DIY
Jalan Malioboro 54 Yogyakarta
di
YOGYAKARTA

Beberapa waktu lalu kami mencermati pemberitaan di media massa bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mengumumkan diadaknya public hearing atau konsultasi publik dengan mengundang masyarakat guna membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DIY Tahun Anggaran (TA) 2019.
Berkaitan dengan pembahasan RAPBD DIY TA 2019, izinkan melalui surat ini kami menyampaikan aspirasi guna mengetahui sejauh mana perkembangan pembahasan RAPBD DIY TA 2019 tersebut sebagai materi sebagai berikut:
1. Apakah RAPBD DIY TA 2019 telah selesai dibahas oleh DPRD DIY dan kapan disahkan?
2. Berapa besaran pendapatan dan belanja yang direncanakan dalam satu tahun ke depan?
3. Apa respons DPRD DIY terhadap isu-isu aktual terkait dengan tingginya angka kemiskinan, kesenjangan pendapatan dan kesenjangan wilayah yang terjadi di DIY. Termasuk tingginya angka kemiskinan di DIY yang berada di atas rata-rata nasional?

Demikian beberapa aspirasi yang dapat kami sampaikan, atas perhatiannnya diucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 31 Oktober 2019

FA. Hardono
Dusun Rejodani RT 003 RW 002
Desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman

Menanggapi aspirasi Saudara, bersama ini dengan hormat dapat kami jelaskan satu demi satu sesuai dengan pertanyaan Saudara. Namun sebelum menjawabnya, perlu kami infomasikan tahapan pembahasan RAPBD DIY TA 2019. Proses pembahasan berdasarkan Tata Tertib DPRD DIY dilakukan melalui dua tingkat pembicaraan.

Pembicaraan Tingkat I diawali dengan rapat Paripurna I berupa penjelasan/ penghantaran Gubernur DIY terhadap nota keuangan RAPBD DIY TA 2019 pada 7 September 2018. Dilanjutkan rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD DIY bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DIY dengan agenda penjajagan RAPBD DIY TA 2019 pada 17 September 2018.

Selanjutnya, rapat Paripurna II telah disampaikan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap penjelasan/penghantaran Gubernur DIY mengenai nota keuangan RAPBD DIY TA 2019 pada 24 September 2018.

Kemudian dilanjutkan Rapat Paripurna III berupa jawaban Gubernur DIY atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota keuangan dan RAPBD DIY TA 2019 pada 27 September 2018. Rapat kerja Banggar bersama TAPD DIY dengan agenda penjelasan lebih lanjut jawaban Gubernur DIY terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi atas RAPBD DIY TA 2019 pada 27 September 2018.

Banggar DPRD DIY didampingi TAPD DIY menyelenggarakan public hearing/rapat dengar pendapat umum dengan mengundang masyarakat umum, akademisi, asosiasi pengusaha, BUMD, LSM, dan pemerintah kabupaten/kota pada 1 Oktober 2018.

Untuk melengkapi pembahasan, Banggar DPRD DIY bersama TAPD DIY berkonsultasi ke Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Subdirektorat Perencanaan Anggaran Daerah Kementerian Dalam Negeri RI di Jakarta pada 10 hingga 11 Oktober 2018.

Selanjutnya komisi-komisi mengadakan pembahasan dengan mitra kerjanya masing-masing pada 1, 8, 9, 17, 18 dan 19 Oktober 2018. Pembahasan atas laporan komisi-komisi dilaksanakan pada 22 Oktober 2018. Harmonisasi RAPBD DIY TA 2019 Banggar bersama TAPD DIY dilaksanakan pada 26 Oktober 2018. Finalisasi RAPBD DIY TA 2019 oleh Banggar bersama TAPD DIY dilaksanakan pada 1 Nopember 2018.

Pembicaraan Tingkat II melalui Rapat Paripurna IV pada 2 Nopember 2018 memasuki tahap akhir dengan agenda persetujuan bersama antara Pemerintah DIY dengan DPRD DIY terhadap RAPBD DIY TA 2019. Dengan demikian, RAPBD DIY TA 2019 telah disetujui bersama pada paripurna 2 November 2018. Ini merupakan kemajuan karena RAPBD DIY TA 2019 disahkan dewan pada awal waktu.

Adapun target pendapatan daerah disepakati Rp 5.663.778.510.743,20. Terdiri dari pendapatan asli daerah Rp 1.921.564.734.133,20, dana perimbangan Rp 2.474.160.842.300,00 dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 1.268.052.934.310,00.
Belanja dianggarkan sebesar Rp 5.903.544.705.142,25. Terdiri dari belanja tidak langsung Rp 3.148.760.670.387,25 dan belanja langsung Rp 2.754.784.034.755,00 sehingga defisit yang ditetapkan sebesar Rp 239.766.194.399,05 atau -4,23 persen.

Banggar berharap belanja pemerintah daerah yang demikian besar dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi DIY. Tujuannya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

TA 2019 adalah tahun kedua bagi Gubernur DIY masa jabatan 2017-2022. Gubernur telah mencanangkan visi misi bertema Menyongsong “Abad Samudera Hindia” untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja.

Demi terwujudnya visi misi tersebut, Banggar mendukung tema-tema perencanaan pembangunan DIY 2019 meliputi tematik ketimpangan wilayah, kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Tindak lanjut/antisipasi pembangunan, serta dukungan pembiayaan melalui peran swasta.

Terkait masalah pembiayaan pembangunan, Pemda DIY agar berinovasi mencari sumber-sumber pendanaan baik dari dalam maupun luar. Sinkronisasi dana keistimewaan dengan pencapaian RPJMD dan RAPBD DIY TA 2019 terkait program-program pro job dan pro poor agar tetap menjadi prioritas. Terkait Pemilu 2019 atau disebut tahun politik, Banggar mengimbau seluruh pihak, khususnya Pemda DIY dapat menjaga stabilitas keamanan di DIY.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 9 November 2018
Ketua Badan Anggaran DPRD DIY

Yoeke Indra Agung Laksana