BANTUL – Lomba Pacuan Kuda merebutkan piala raja Hamengku Buwono X di Stadion Sultan Agung Bantul dinilai mampu menggerakan perekonomian wilayah setempat. Event tahunan tersebut mendatangkan peserta hingga wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta mengatakan dengan tingginya antusias peserta dari berbagai provinsi diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Dari mulai pedagang kecil, rumahmakan dan penginapan. ”Begitu juga homestay untuk kuda,” tuturnya saat berada di lokasi acara, Minggu (11/11).

Lomba tersebut diikuti sebanyak 155 kuda dari berbagai provinsi. Tingginya minat peserta luar daerah, Aris meminta masyarakat harus siap melek wisata. Penyediaan kemasan wisata lebih menarik dan kreatif. Jangan sampai kesempatan tersebut terbuang begitu saja karna tak dimanfaatkan. ”Nah siap-siap bikin homestay bagi kuda. Satu kuda mampu mendatangkan paling tidak 12 orang sebagai pengawal, joki dan lain-lain,” katanya.

Dalam Sambutannya Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga dan Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Mohammad Chaidir Sadak mengatakan olah raga pacuan kuda resmi dipertandingkan sejak dua tahun lalu. Yakni pada PON XVIII Jabar 2016. Dengan terselenggaranya event Pacuan kuda sebagai salah satu cabang olahraga yang mulai di minati, ke depan dapat mencetak atlet Joki. ”Semua Pemerintah Provinsi Pordasi harus bersungguh-sungguh membina baik Joki maupun kudanya,” ajaknya.

Dengan adanya olahraga tersebut dia mengajak para atlet turut menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan sampai saling menjatuhkan. Harus saling bersinergi. ”Warisan terbesar olahraga adalah persahabatan. Jika ingin menyampaikan aspirasi demi perbaikan, lakukanlah dengan cara baik, bermartabat sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” himbaunya. (cr6/pra/er/mg3)