Lahirnya generasi bangsa unggul salah satunya karena asupan gizi. Itulah yang ada di benak Nony Sakinah. Dia ingin keahliannya dalam bidang pangan ikut dapat melahirkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas.
”Dengan mengonsumsi kue pelancar ASI,” jelas Nony di rumahnya Minggu (11/11).

Ya, kue pelancar ASI ini adalah hasil kreasi Nony. Berbeda dengan multivitamin lainnya, kue pelancar ASI ini berbahan ekstrak kelor. Tanaman yang banyak tumbuh di pekarangan rumah warga.

Dia menaruh harapan besar dengan inovasinya ini. Dia berharap inovasinya itu meminimalisasi penggunaan susu formula (sufor). Sebab, kandungan gizi dalam sufor tidak sebaik ASI ibu. Bahkan, dapat menimbulkan efek lain pada balita. Obesitas, contohnya. Itu lantaran kandungan gula dalam sufor tinggi.

”Sistem imun bayi juga berkurang,” ucapnya.

Ibu dua anak ini mengingatkan, bayi umur nol hingga dua tahun harus diberikan ASI. Bahkan, dalam rentang usia nol hingga enam bulan harus ekslusif. Namun, Nony tak menutup mata dengan beberapa kasus tertentu. Di mana bayi harus diberikan sufor lantaran sang ibu menderita penyakit.

Dengan hasil karyanya ini, Nony pernah mewakili DIJ dalam kompetisi pelopor pangan nasional. Saat itu dia menggondol peringkat pertama. Kendati begitu, Nony menekankan, usaha produksi kue pelancar ASI yang dijalankannya tidak semata untuk meraup profit. Lebih dari itu, dia ingin memberikan edukasi kesehatan ibu dan bayi kepada masyarakat.

”Ada 6.000 member kami. Mereka dari berbagai kota besar di Indonesia.

Seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang,” kata pemilik Annafood Indonesia ini.
Di sela kesibukkannya, Nony tetap meluangkan waktu untuk mengembangkan program kelorasasi kepada masyarakat. Praktiknya, dia memberikan bibit kelor kepada masyarakat untuk ditanam. Gratis. Dia bakal membelinya jika telah memasuki usia panen.

”Ini juga untuk pemberdayaan masyarakat,” tambahnya. (ega/zam/rg/mg3)