SLEMAN – Hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Sleman. Membuat banyak pohon tumbang.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, dari Jumat (9/11) ada belasan pohon roboh. Selain itu, membuat rusak rumah, jalan, serta jembatan.

Seperti di Potro, Purwobinangun, Pakem. Akibat hujan lebat, talud jalan longsor. Pun terjadi di Surodadi Lor Girikerto Turi. Aspal jalan mengelupas sepanjang 200 meter sehingga jalan tidak bisa dilewati. Di Surodadi Lor Girikerto, Turi, hujan menghanyutkan talud Kali Mangut.

Di Karanggeneng, Purwobinangun, Pakem, jembatan Kali Denggung putus. Warga lantas menutup dengan pohon pisang. Dari laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman, tidak ada korban jiwa.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan menjelaskan potensi hujan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Potensi pohon tumbang juga masih mungkin terjadi.

Pihaknya kesulitan mengidentifikasi pohon yang lapuk atau tidak. Sebab secara kasat mata hampir tidak ada bedanya. “Sepintas terlihat kokoh, tapi dalamnya lapuk,” ujar Makwan.

Pihaknya bersama dinas terkait melakukan pemangkasan ranting. Sebagai antisipasi agar kejadian pohon tumbang berkurang. “Ada pohon yang lapuk, terkena angin sedikit saja tumbang,” ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa hari ke depan masih akan berlangsung hujan lebat disertai angin kencang. Setidaknya hingga 14 November 2018.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Mlati, Agus Sudaryatno menuturkan, hal itu merupakan dampak adanyanya aliran massa udara basah. Fenomena itu disebut Madden Julian Oscilation (MJO).

“Memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat. Disertai petir atau kilat,” kata Agus, Minggu (11/11).

Di Sleman, ada beberapa kecamatan yang berpotensi terdampak. Yaitu Turi, Cangkringan, Pakem, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Seyegan, dan Minggir.

Adanya cuaca ekstrem tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat waspada adanya potensi genangan air dan longsor. Potensi hujan angin bisa menumbangkan pohon. “Hindari berteduh di bawah pohon saat hujan angin,” pesannya.

Pada November 2018, persebaran hujan di DIJ belum merata. Sleman Barat dan sebagian Kulonprogo terlebih dahulu masuk musim penghujan.

Pertengahan November menyusul hujan di Kota Jogja, Bantul, sebagian Gunungkidul dan Sleman Timur. “Wilayah utara dan barat diprediksi akan banyak hujan dibanding wilayah selatan,” tuturnya. (har/iwa/zl/mg3)