SLEMAN – Pushbike tampaknya belum banyak dikenal oleh masyarakat, termasuk Jogjakarta. Salah satu aktivitas olahraga ini menggunakan sepeda tanpa pedal sebagai medianya. Biasanya, pushbike dikendarai oleh anak-anak dengan kurun usia 2-5 tahun.

Ada beragam manfaat yang bisa diperoleh anak-anak melalui kegiatan itu. Di antaranya melatih keseimbangan tubuh dan otak, meningkatkan kemampuan motorik, ketangkasan, hingga keberanian. Hal itu pula yang mendorong Gigin, 31, untuk memperkenalkan putranya yang berusia 28 bulan untuk mengikuti olahraga pushbike.

Gigin dan beberapa orang tua lainnya tergabung dalam tim PTPR (Pit Tanpa Pedal Racing). Tim PTPR adalah salah satu komunitas yang aktif mengikutsertakan anak-anak dalam ajang perlombaan pushbike. Seperti yang mereka lakukan pada ajang perlombaan Urban Pushbike 2018 di halaman Balai Desa Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (11/11).

Bagi Gigin, perlombaan semacam itu bisa melatih putranya dan peserta lain untuk memiliki jiwa kompetisi yang sehat. “Perlombaan juga menjadi wadah yang tepat bagi anak-anak untuk berprestasi dan menggali potensi,” ujarnya.

Meski baru dua tahun didirikan, PTPR sering mengikuti berbagai event perlombaan pushbike. Anak-anak yang dilatih seminggu dua kali itu pun kerap memperoleh juara. “Ini anak saya alhamdulillah juara satu kategori usia dua tahun,” katanya.

Sementara itu, di Indonesia, khususnya Jogjakarta, pushbike mulai tren di kalangan masyarakat pada tiga tahun terakhir. Hal itulah yang mendorong tim GCC Event Concept untuk mengadakan lomba Urban Pusbike 2018.

Selain bertujuan mengenalkan pushbike kepada masyarakat, acara tersebut sekaligus ikut menyemarakkan agenda Condongcatur Art Festival (CCAF) #3. Lomba pushbike itu melibatkan anak-anak usia 2-7 tahun yang dibagi dalam enam kategori. Kategori tersebut dilihat berdasarkan usia dan tahun kelahiran para peserta terhitung sejak 2016 hingga 2011.

Ketua Tim GCC Event Concept Purnomo Putro mengatakan, lomba pushbike tersebut menjadi jenjang awal bagi anak-anak untuk maju ke lomba balap sepeda BMX ataupun balap motor. “Kali ini ada 65 peserta yang ikut lomba. Mereka ada yang datang dari sekitar Jogja, Klaten, Kendal, dan Jepara,” ujarnya.  (cr9/ila)