JOGJA – Porda (Pekan Olahraga Daerah) DIJ XV bakal digelar Oktober 2019 mendatang. Kali ini, Kota Jogja terpilih menjadi tuan rumah untuk perhelatan dua tahun sekali itu. Menyongsong Porda XV, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jogja menyelenggarakan serangkaian acara.

Minggu (11/11) KONI Kota Jogja mengadakan fun run sekaligus peluncuran logo dan maskot Porda DIJ 2019. Logo dan maskot itu terlebih dulu disaring dari beberapa peserta yang mengajukan pada sayembara. Kemudian terpilih tiga pemenang baik kategori logo maupun maskot.

“Tim penyelaras lalu menyempurnakan hasil dari juara tersebut,” ujar Ketua Umum KONI Kota Jogja Tri Joko Susanto dalam laporannya. Lebih lanjut ia mengatakan, logo dan maskot itu kemudian menjadi milik KONI.

Di sisi lain, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan pemkot siap menjadi pelaksana Porda. Ia pun memohon doa dan restu kepada seluruh pihak dan masyarakat agar Porda DIJ XV berjalan sukses. Selain itu, harapan besar pun ia sematkan kepada para atlet yang akan bertanding tahun depan.

“Semoga nanti sukses penyelenggaraannya, prestasinya, dan program berjalan sebaik-baiknya,” tuturnya di halaman Balai Kota Timoho.

Maskot Porda 2019 mendatang adalah seekor burung derkuku. Burung ini dianggap sebagai salah satu jenis khas Kota Jogja, selain perkutut. Warna abu-abu pada badut maskot juga serupa dengan warna bulu burung derkuku. Maskot ini pun mendapat sentuhan pakaian tradisional dan diberi nama Dreku. Begitu pula dengan logo burung derkuku dengan tiga garis warna pada lehernya.

Acara Minggu pagi itu juga diisi fun run diikuti 220 peserta. Peserta datang dari 14 kecamatan di Kota Jogja, tanpa ada batasan usia. Agenda lari yang dimulai pukul 07.00 itu diambil enam orang pemenang, baik kategori perempuan maupun laki-laki. Pemenang diberi hadiah berupa uang dan medali sebagai bentuk apresiasi.

Pemenang juara satu dari kategori perempuan Rahma Annisa, 19, mengungkapkan rasa senangnya. Ia mampu menuntaskan jarak lima kilometer dalam waktu kurang lebih 23 menit. “Senang bisa dapat juara satu. Karena ini kan bawa nama baik kecamatan,” ujar perempuan berlatar belakang atlet sprinter ini. Ia pun berharap kegiatan ini bisa menjadi pemanasan bagi para atlet yang hendak bertanding pada Porda 2019. (cr9/laz/by/mg3)