JOGJA – Lebih dari 200 pasien penderita katarak menjalani operasi mata gratis Minggu (11/11). Mereka mengikuti bakti sosial (baksos) yang digelar Ikatan Alumni Tambang (Ikata) UPN Veteran Jogjakarta, RSPAU Hardjolukito dan Klinik Saruni, Pandeglang Banten. Operasi yang melibatkan sepuluh dokter mata ini menggunakan peralatan canggih RSPAU Hardjolukito.

Kepala RSPAU Marsma TNI Dr. dr. Isdwiranto Iskanto M.Sc. Sp.BS(K) Sp.KP. mengatakan, baksos tersebut wujud kepedulian kepada sesama. Memberikan kontribusi pelayanan sebagai pengabdian operasi militer selain perang. Baksos tersebut menjadi berkah bagi pasien yang tidak mampu, di tengah pembatasan operasi katarak.

”Semoga dapat meningkat dan menjadi contoh bagi yang lain,” kata Marsma Isdwiranto saat memberikan sambutan.

Menurut perwira tinggi TNI AU bintang satu tersebut, kewajiban sebagai manusia adalah saling menolong. Nah, operasi katarak ini sebagai bentuk kewajiban manusia. Apalagi, operasi katarak masih menjadi momok di masyarakat.

“Tapi sekarang tidak lagi menakutkan. RSPAU memiliki fasilitas cepat tepat, mudah dan aman. Didukung dengan pelayanan one stop eye service,” bebernya.

Pihaknya menyebutkan, dengan dukungan banyak pihak, menjadi kekuatan besar jika bersinergi. Semangat kebersamaan yang tinggi dan keikhlasan semakin bermakna di tengah masyarakat. RSPAU dengan Ikata dan Klinik Saruni Banten tentunya akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Ketua Ikata UPN Veteran Jogjakarta Joko Sulistyoko mengungkapkan, sebuah kebahagiaan bagi Ikata mengadakan baksos tersebut. Sebelumnya, proses screening disaksikan langsung oleh Wapres RI Jusuf Kalla di UPN.

SIMBOLIS: Pemasangan baju operasi secara simbolis kepada salah satu pasien Operasi Katarak oleh Ketua Ikata disaksikan oleh KaRSPAU. (RSPAU DR.S.HARDJOLUKITO FOR RADAR JOGJA)

“Kami harap niat baik kami semua dapat membantu bapak-ibu dan mengembalikan penglihatan lagi. Kami melayani dengan niat tulus. Berharap menjadi kegiatan rutin Ikata,” harapnya.

Joko mengatakan, pihaknya terdorong mengadakan baksos operasi katarak. Sebab, alumni Ikata yang biasa kerja di tambang banyak terpapar matahari dan material lainnya. Karena itu, jika masyarakat kurang mampu namun masih bisa produktif, tapi terganjal masalah penglihatan, hal itu perlu dibantu. “Kami berharap operasi berjalan lancar, dan bisa beraktivitas lagi,” tuturnya.

Sudarsono, pedagang asal Jalan Malioboro yang menjadi salah satu pasien mengaku bersyukur dapat menjalani operasi katarak. Sebab, sudah setahun terakhir pandangan matanya kabur dan menggangu aktivitas sehari-hari. “Saya sangat terbantu dan berterima kasih. Semoga operasinya lancar dan bisa melihat jelas lagi,” ungkapnya.

Darmawan Sofyan dari Klinik Saruni Banten mengaku senang dapat membantu kegiatan tersebut. Dengan dukungan luar biasa, dia berharap operasi berjalan lancar. “Kami ingin memberikan yang terbaik baik bagi pasien dan keluarganya,” katanya. (riz/zam/rg/mg3)