BANTUL – Sebanyak tiga ribu mahasiswa UMY tercatat sebagai investor muda dalam Aplikasi Pasar Modal. Mereka mendaftar melalui fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam kurun waktu sekitar dua bulan.

Proses login ini pun berhasil memecahkan rekor MURI sebagai login aplikasi pasar modal oleh investor terbanyak. Sebelumnya mereka mengikuti kegiatan Youth Festival Day 2018.

“Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal yang menggerakkan perekonomian Indonesia. Melalui kegiatan ini kami harap para generasi muda yang sadar akan pentingnya berinvestasi di Pasar Modal Indonesia,” ujar Rektor UMY Gunawan Budiyanto dalam acara puncak Youth Festival Day serta penyerahan sertifikat rekor Muri di Sportorium UMY baru-baru ini.

Menurut Gunawan, kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dari UMY untuk Indonesia. Pemecahan rekor MURI Login Aplikasi Pasar Modal oleh Investor Terbanyak ini menjadi yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia.

Direktur KSEI Syaffruddin menambahkan, ke depan melalui kegiatan tersebut semakin ada banyak pencapaian lain atas pemanfaatan fasilitas AKSes seperti yang sudah dilakukan oleh 3.000 mahasiswa UMY.

“Fasilitas AKSes ini merupakan sarana perlindungan investor yang disediakan oleh KSEI sejak 2009. Lewat fasilitas ini, investor diberikan akses untuk melihat secara langsung portopolio investasinya yang tersimpan di KSEI. Selaku satu-satunya Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian di Pasar Modal Indonesia maka data portopolia investor yang terkonsolidasi dan valid hanya tersedia di sistem KSEI,” jelasnya.

KSEI memandang ajang ini sebagai momentum yang sangat positif dan diharapkan inisiatif serupa diikuti oleh universitas lain di Indonesia.

Dengan demikian, investor muda sejak dini sudah tertanam untuk menjadi investor yang tidak hanya cerdas berinvestasi di pasar modal namun juga memantau portopolio investasinya melalui fasilitas AKSes.

Sebagai gambaran, berdasarkan data Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada tahun 2017 tercatat DIJ memiliki 112 perguruan tinggi negeri dan swasta dengan  jumlah mahasiswa 372 ribu orang.

“Ini potensi yang luar biasa bagi pengembangan investor di Indonesia,” imbuhnya.

Berdasarkan data KSEI per akhir September 2018, secara demografis jumlah investor yang berasal dari kalangan pelajar/mahasiswa sebanyak 16,59 persen. Hal itu menjadi bukti, dari total jumlah investor berada di peringkat dua dibandingkan investor dengan profesi pegawai.

Untuk DIJ sendiri, jumlah investor yang berasal dari kalangan pelajar/mahasiswa mencapai 19,22 persen. Dari segi usia, investor juga semakin bergerak ke usia muda. Saat ini jumlah investor secara nasional didominasi usia 21-30 tahun sebanyak 34,13 persen.

Syaffruddin menyampaikan, saat ini KSEI sedang mengembangkan fasilitas AKSes Next Generation (AKSes Next-G) untuk memberikan kemudahan bagi investor memantau portofolia investasinya, sekaligus memperoleh informasi lainnya yang terkait dengan pasar modal.

Penggunaan fasiltasi AKSes juga akan dipermudah hanya perlu login dengan menggunakan  Nomor Induk Kependudukan (NIK) karena KSEI sudah bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri untuk pemanfaatan data kependudukan.

Acara puncak Youth Festival Day 2018 berlangsung meriah malam itu. Turut hadir pada acara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIJ Budi Wibowo serta Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jogjakarta Untung Nugroho. Acara tersebut juga dimeriahkan konser musisi Rizky Febian dan Band Letto.

Salah seorang investor muda Alissa Rahmasari mengaku dengan menjadi investor dan bergabung dalam pasar modal tersebut ia mempunyai peluang bisnis yang menjanjikan untuk ke depannya.

“Melalui kegiatan ini saya juga belajar tentang seluk beluk saham, bermanfaat sekali,” kata mahasiswi PBI UMY 2017 tersebut. (ita/ila)