Kota Jogja dulu pernah mendapat predikat sebagai Kota Sepeda di Indonesia. Sisa-sisanya saat ini masih bisa dilihat, seperti di pasar sepeda Gappsta. Sejak 1968 silam, pasar sepeda itu masih eksis.

ROYYAN, Jogja

Siang itu Wiyono dan Reinhard terus tawar menawar harga sepeda yang dipajang di lapak Pasar Gabungan Pedagang Sepeda Bekas (Gappsta) yang berada di Jalan MT Haryono Suryodiningratan Mantrijeron. Reinhard mengincar sepeda kuno yang ditemuinya di sana.

“Kebetulan sedang cari sepeda bekas dan dari temen direkomendasikan ke sini (Gappsta), ternyata harganya cukup murah dan barangnya masih bagus,” ujar Reinhard belum lama ini.

Menurut dia kondisi sepeda kuno di Pasar Gappsta terawatt dengan baik. Bahkan seperti sepeda baru. Sayang siang itu keduanya belum menemukan harga yang pas.

Wiyono, salah seorang pedagang di Pasar Gappsta, mengatakan sebenarnya sepeda yang dijual beragam. Mulai dari sepeda anak, BMX, sepeda gunung, hingga yang disebutnya ‘harta karun’ yaitu sepeda kuno. Harga sepeda di sana mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 50 juta. “Kalau yang harganya jutaan itu sepeda tua. Kebetulan disini masih ada sepedanya, cuma tinggal sedikit dan juga yang menjual sepeda ini saya dan Waldi,” ujarnya menyebut salah satu rekan penjual.

“Kalau yang lainnya sudah banyak menjual sepeda jaman sekarang karena jelas cepat lakunya” tambahnya.

Wiyono menjelaskan Pasar Gappsta bisa bertahan hingga saat ini karena masih ada peminatnya. Saat ini tinggal enam orang yang mengelolanya. “Kebetulan kita punya perkumpulan, lalu untuk tempat ini dibagi berenam orang, dibagi perblok,” jelasnya.

Wiyono sendiri tidak menargetkan omset untuk tiap bulannya melainkan pasrah diberi rezeki berapapun. Menurut dia saat ebrdagang jika yang ditargetkan tetapi tidak sesuai keinginan itu menyakitkan hati. “Terserah saja yang di Atas, kapan mau memberi rezeki, kita terima dengan senang hati,” ujarnya santai.

Pasar Gappsta dilihat dari tempatnya sudah terlihat sangatlah tua. Wiyono menjelaskan pasar sepeda itu berdiri sejak 1968. Awalnya, jelas dia, pasar sepeda Gappsta berada di kawasan Pakualaman tetapi pindah ke Jalan MT Haryono karena dulu lahannya di beli oleh orang untuk membuka tempat usaha lain.

Sebagai nilai tambah, pasar sepeda Gappsta ini juga menerima jasa tukar tambah. Tapi dilihat kondisi sepeda yang mau dutukarkan lalu dilihat sepeda mana yang mau ditukarkan baru bisa memberikan harga yang cocok. “Ya nanti kita lihat kerusakannya dimana aja lalu dihitung jika diganti part-nya dengan yang baru habis berapa. Kebanyakan kerusakan itu mungkin harus ganti ban dan masalah rem” ujar Wiyono. (pra/by/mg3)