Memori kekalahan 2-3 dari PSPS Pekanbaru di Stadion Maguwoharjo di 16 besar Liga 2 Indonesia 2017 lalu masih menancap di benak pendukung PSS Sleman. Kekalahan itu menjadi penyebab kegagalan Super Elja melenggang ke Liga 1.
Nah, kegagalan itu tak ingin terulang lagi musim ini.

BAHANA

Tiga laga sudah dilakoni PSS Sleman di babak delapan besar Liga 2 musim ini. Dari tiga laga itu PSS Sleman berhasil mengamankan satu kemenangan penting di laga kandang. Sementara dua laga tandang, diraih dengan sekali seri dan sekali kekalahan.

Bagus Nirwanto dkk masih mengantongi tiga pertandingan sisa. Dua laga akan digelar di Maguwoharjo dan sekali pertandingan di Stadion Ahmad Yani, markas dari Madura FC.

Berkaca dari kegagalan musim lalu, PSS Sleman harus belajar pentingnya mencuri poin di setiap laga away. Paling tidak, saat melawan Madura FC pada Senin (11/11) mendatang. PSS minimal bisa memperoleh hasil seri guna berjaga-jaga bila terdapat nilai sama di akhir babak penyisihan.

Ya, bila mengacu pada aturan PT Liga Indonesia Baru, raihan poin kandang tandang sangat berpengaruh menentukan tim yang lolos ke semifinal. Melihat persaingan di Grup B, keempat tim masih berpeluang mengantongi tiket semifinal.

Persiraja yang ada di pucak klasemen kini mengantongi enam poin disusul PSS Sleman dan Persita Tanggerang dengan torehan 4 poin. Sementara Madura FC yang dilaga terakhir kalah dari Super Elja masih berada di posisi buncit dengan nilai 3.

Namun, peluang Laskar Jokotole merangsek keposisi runner up terbuka lebar asalkan di laga kandang bisa menekuk PSS Sleman. Untungnya, baik PSS Sleman dan Madura FC masih menyisakan dua laga kandang. Sedangkan Persita Tanggerang dan Persiraja, hanya meyisakan satu laga kandang saja.

Direktur Operasional PSS Sleman Rumadi melihat peluang timnya untuk lolos ke babak empat besar masih terbuka lebar. Syaratnya, dua laga kandang yang tersisa melawan Persita Tanggerang dan Persiraja, harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. ”Selisih golnya pun harus lebih besar dari laga yang kami peroleh di laga away,” jelasnya.

Sementara Seto Nurdiyantara justru tidak begitu peduli dengan margin gol kandang tandang yang diperoleh. Pelatih asal Kalasan Sleman ini lebih menekankan agar PSS Sleman bisa menang ditiga laga sisa untuk benar mengamankan tiket ke babak semifinal.  ”Fokus kami sekarang bisa cetak kemenangan di setiap laga,” terang Seto. (bhn/din/zl/mg3)