SLEMAN – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman siap menggelontorkan anggaran Rp 11,9 miliar. Uang ini untuk perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2018.

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), di Sleman terdapat 4.299 RTLH. Perbaikan baru menyasar 830 RTLH.

Kepala Seksi Perumahan Swadaya DPUPKP Sleman Suwarsono mengatakan rata-rata RTLH yang diperbaiki 80 persen sudah rampung. “Tahun ini RTLH yang diperbaiki sumbernya dari APBD. Ada juga yang dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” jelasnya, Kamis (8/11).

Perbaikan RTLH dari APBD awalnya ditargetkan hanya untuk 300 RTLH. Namun ada tambahan penerima, menjadi 391 RTLH. “Semua sudah terakomodir pada anggaran perubahan tahun ini,” kata Suwarsono.

Sementara itu, progres dari tambahan di anggaran perubahan masih berkutat pada pengurusan rekening untuk transfer bantuan. “Selain dari APBD, tahun ini perbaikan RTLH juga bersumber dari DAK,” katanya.

Jumlah penerima bantuan perbaikan RTLH dari DAK sebanyak 439 penerima. Sehingga total penerima bantuan RTLH baik dari APBD maupun DAK mencapai 830 penerima.

Total anggaran dari APBD ditambah dari DAK yang dikucurkan tahun ini untuk perbaikan RTLH sebesar Rp 11,9 miliar. Masing-masing rumah mendapat bantuan Rp 15 juta, baik dari DAK maupun APBD.

“Dalam perbaikan itu, bisa saja anggarannya ditambah. Jadi tidak mesti Rp 15 juta. Bisa ditambah dari si penerima, namun pelaporannya nanti akan beda,” kata Suwarsono.

Dia berharap perbaikan RTLH bisa membuat struktur bangunan rumah memenuhi standar kelayakan. “Dari 4.299 RTLH itu, sebagian besar tidak ada kolomnya. Penerima bisa memanfaatkan bantuan untuk membangun kolom. Atau bisa untuk memperbaiki sirkulasi udara dan pencahayaan,” ujar Suwarsono. (har/iwa/zl/mg3)