AIMEE Tampu Francienne bertinggi badan 170 centimeter. Ideal bermain basker di posisi power forward. Badannya atletis, larinya cepat, power-nya yang cepat membuat lawan menjaganya agar tak mencetak angka.

Aimee baru kenal basket pada 2015. Saat dia duduk di bangku kelas 8 SMP. Dia penasaran karena sang kakak yang jago basket.

‘’Aku suka olahraga, tapi waktu itu belum tertarik basket. Baru setelah lihat kakakku basket, aku penasaran. Lalu mencobanya. Enggak disangka keterusan,” cerita cewek penikmat novel itu.

Meski baru memulai basket 2015, siswi SMAN 4 Jogja (Patbhe) ini sudah mengikuti berbagai ajang. Dia kerap membela Jogjakarta di berbagai pertandingan daerah. Aimee menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk basket.

‘’Hampir tiap hari basket. Enggak kerasa capek karena memang suka. Di Patbhe sendiri, pagi hari kan ada latihan, habis itu, sore aku masih latihan di klub. Itu hampir tiap hari,” kata cewek kelahiran Tangerang, 24 Agustus 2002.
Buat Aimee, rekan satu tim adalah faktor besar kenapa dia bertahan di basket. Tanpa rasa kekeluargaan, basket terasa hambar.

‘’Ketagihan basket karena ketemu banyak orang di tim. Rekan satu timku selama ini juga bersahabat, jadi betah dan suasananya menyenangkan,” tutur Aimee.

Bersama empat anak lain, Aimee terpilih menjadi First Team Putri Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2018. Menurut Aimee, jika ingin meraih mimpi di dunia basket, harus punya target dan konsisten meraihnya.

‘’Harus punya tujuan apa yang mau dicapai. Jadi kalo latihan fokus. Target itu enggak melulu jadi juara. Tapi bisa juga target untuk diri sendiri. Misal, ingin menambah ketajaman offense, berarti harus bisa medium shoot dengan baik, terus nambah dribble. Jadi saat latihan aku tahu apa yang mau dipelajari,” katanya. (ata/iwa/zl/mg3)