SLEMAN – Banyaknya reklame yang bertebaran di Sleman membuat wajah kota menjadi buruk. Beberapa pihak sengaja menempelkan poster di dinding-dinding pinggir jalan dengan harapan dibaca pengendara.

Namun perilaku tersebut justru mengganggu pemandangan. Selain itu, membahayakan pengendara yang membaca reklame sembari berkendara.
Pantauan Radar Jogja, para pemasang reklame ilegal tersebut sengaja menempelkan poster promosi di lokasi yang mudah dilihat. Seperti di perempatan jalan yang menjadi lokasi pengendara berhenti menunggu lampu hijau menyala.

Sepanjang Jalan Kaliurang banyak sekali terdapat sampah visual tersebut. “Seharusnya pihak berwenang menertibkannya,” kata anggota Forum Pengamat Independen (Forpi) Sleman, Hempri Suyatna Kamis (7/11).

Dikatakan, banyaknya reklame tersebut menyebabkan pemandangan menjadi tidak indah. ‘’Sampah visual tersebut membuat kesan kumuh,’’ ungkapnya.
Reklame tersebut termasuk kategori sampah visual. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Hery Sutopo mengatakan iklan yang ditempel tersebut tanpa izin.

Apalagi reklame yang ditempel di tiang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Jelas melanggar aturan. “Sudah jelas tidak ada izinnya,” tegas Hery.
Tiang listrik, tiang telepon, dan pohon di pinggir jalan tidak boleh dipasangi reklame ilegal. Sudah seharusnya pemerintah menertibkan sampah visual tersebut agar wajah kota tidak semakin amburadul. (har/iwa/zl/mg3)