JOGJA- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jogja bakal melangsungkan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Jogja 2018, pada 11-16 November mendatang. Dalam pembukaan Porkot ini, secara resmi akan diperkenalkan logo dan maskot Porda XV DIJ oleh Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti.

Dalam Porkot nanti, ada delapan cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Yakni atletik, bulutangkis, volly, catur, futsal, pencak silat, senam, dan tenis meja.

Ketua Umum KONI Jogja Tri Joko Susanto mengatakan, cabor yang dipilih, disesuaikan dengan tingkat kepopulerannya di masyarakat. Namun, tidak ada cabang olahraga populer sepak bola dalan Porkot kali ini. “Kami tidak pertandingkan, karena kerawanannya tinggi,” kata Tri di Kantor KONI Jogja Kamis (8/11).

Tri Joko pun memastikan, seluruh kecamatan di Jogja turut ambil bagian dalam Porkot tahun ini. Untuk peserta, pihaknya tidak memberikan batasan usia. Selama memilki KTP Jogja diperkenankan untuk turut serta. Bahkan, atlet-atlet yang dipersiapkan untuk turun di Porda DIJ, dipersilahkan ikut serta. “Ini kan sekaligus menjadi ajang persiapan, baik untuk atlet. Bila ada yang menonjol akan kami rekrut,” jelasnya.

Untuk atletik dan senam, akan digelar di Balai Kota Jogja. Futsal di Tifosi Futsal. Bulutangkis di SMP Pangudi Luhur. Pencak silat di Gedung Bina Manggala Tapak Suci Kauman dan catur di Kantor KONI Jogja.
Setiap nomor yang dipertandingkan, minimal harus ada perwakilan dari tujuh kecamatan. Jika tidak, dianggap sebagai laga eksibisi. “Kalau saya lihat sejauh ini, jumlah pesertanya semua mencukupi,” ucapnya. (bhn/din/by/mg3)