JOGJA – Bayangan anak muda di Kota Jogja tentang bangunan cagar budaya di Kotanya ditampilkan dalam pameran hasil lomba poster tata nilai budaya 2018. Terdapat 59 poster yang ditampilkan dalam pameran yang kali pertama diselenggarakan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Eko Suryo Maharsono mengatakan pameran tersebut bukan mencari siapa yang terbaik. Tapi untuk menilai sejauh mana masyarakat punya ketertarikan punya minat dan keberpihakkan kepada suatu kelestarian bangunan kuno.

Menurut dia tidak hanya bangunan kuno yang harus dilestarikan. Tapi bisa menerima urban sehingga bisa mengembangkan bangunan kuno dengan kaedah-kaedah tertentu. “Karena Ternyata kuno juga bisa berkembang,” terang Eko saat membuka pameran Rabu (7/11).

Melalui kegiatan tersebut tata nilai budaya diharapkan mampu memberikan ruang untuk anak muda agar lebih mencintai nilai budaya yang ada di Jogja. Serta mampu mengembangkannya.

Ketua Tim Juri Aziz Yon Haryono menambahkan lomba poster tersebut merupakan program penyebarluasan spirit yang bisa ditangkap oleh anak muda. Sosialisasi kali ini mencoba dibuat kegiatan yang familiar dengan anak muda. “Karena kebanyakan masyarakat belum mengetahui tentang cagar budaya di kota Jogja,” ungkapnya.

Pameran tersebut tidak hanya sekedar memotret dan jadi poster, tetapi peserta lomba harus memberi judul pada gambarnya dan peserta lomba disuruh menjelaskan gambar yang di maksud itu apa.

“Dalam proses penjurian kriterianya banyak sekali karena tidak hanya soal poster-poster biasa, contoh penilaiannya adalah secara grafis, kontennya dan syarat mengikuti lomba ini adalah penduduk kota,” ujarnya. (cr8/pra/by/mg3)