JOGJA – Forum Lalu Lintas DIJ terus mempersiapkan konsep penataan kawasan Malioboro menjadi semi pedestrian. Termasuk dengan melakukan survei jalan di sekitarnya. Selain pengaturan lalu lintas, persoalan lainnya adalan kantong parkir.

Itu yang mengemuka dari hasil survei yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ dan Kota Jogja serta Ditlantas Polda DIJ di kawasan Malioboro Kamis (8/11). Kabid Lalu Lintas Dishub DIJ Anna Rina Herbranti mengaku setelah disurvei, teridentifikasi beberapa permasalahan sebelum diterapkan menjadi kawasan pedestrian. “Salah satunya penyediaan kantong-kantong parkir,” ungkapnya.

“Tahun depan kemungkinan belum diberlakukan sistem pedestrian, kami baru coba sirkulasi lalu lintas dulu,” tambahnya.

Forum Lalu lintas DIJ akan segera melakukan sosialisasi terutama terkait titik-titik parkir. Kantong-kantong parkir khususnya untuk bus pariwisata akan dipusatkan di Ngabean dan Abu Bakar Ali. Ada pula lahan parkir baru yang baru akan ditindaklanjuti. Seperti di taman parkir Senopati, Dinas Pariwisata DIJ, Jalan Beskalan, Pasar Sore dan Ketandan.

Kasi Ditlantas Lalin Polda DIJ Hartoyo mengatakan arus lalu lintas di Jalan Suryatama dibuat satu arah ke utara. Jalan Bhayangkara yang kini satu arah ke utara akan dibalik ke selatan. Kemudian, penataan parkirnya di sebelah kiri jalan. Divider di Jalan Bhayangkara yang berada di timur Jalan KS Tubun akan dihilangkan. Hartoyo menambahkan, di simpul-simpul mendekati traffic light akan diberi tanda biku-biku aebagai larangan parkir. Di simpang tiga RS PKU Muhammadiyah perlu ada penggeseran tiang listrik dan tiang telpon yang ada di sisi timur.

“Nanti sambil rapat forum kami bahas lagi,” tuturnya.

Di Jalan Mataram akan dibuat satu arah ke utara dan dapat langsung ke barat. Lampu APILL di Gardu Babon Eniem akan digeser. Taman di sekitarnya akan dikepras sepanjang delapan meter, sehingga lampu APILL digeser semakin ke timur.”Masyarakat yang dari selatan (Jalan Mataram) mau ke ABA bisa langsung masuk ke pintu timur, nanti keluarnya lewat sisi barat,” tambah Anna.

Sedangkan yang akan ke arah Kotabaru tinggal belok ke kanan atau timur. Nah dari arah Kotabaru dapat lurus terus ke barat ke arah Jalan Pasar Kembang.
Sedang untuk kendaraan bermotor yang diperkenankan melintas di Jalan Malioboro hanya Trans Jogja, truk penyiraman taman, mobil patroli, dan tamu kenegaraan. Selain itu hanya becak kayuh, sepeda, dan andong. “Betor tidak boleh masuk,” tegas Hartoyo. (tif/pra/by/mg3)