MAGELANG – Dua laga sisa perempat final Liga 1 U-19 tahun 2018 di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, menjadi kurang greget. Ini karena pertandingan yang akan dihelat Jumat (9/11) nanti sore dan Minggu (11/11) diputuskan tanpa penonton.

Dilarangnya suporter untuk menonton dua laga sisa ini, menyusul terjadinya kericuhan saat pertandingan antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung, Rabu (7/11). Pada menit 85 saat Persib unggul 3-0, para suporter Persija turun ke lapangan.

Banyak pihak menyayangkan peristiwa yang menyebabkan pertandingan terhenti beberapa menit ini. Menurut Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan, keputusan laga sisa digelar tanpa penonton ini diambil setelah pihaknya koordinasi dengan panitia pelaksana (panpel).

“Insiden ini bukan bentrokan, tapi pendukung Persija Jakarta masuk ke lapangan saat pertandingan masih berlangsung. Ada sekitar 50 suporter yang masuk ke lapangan dari tribun sisi timur,” kata Kapolres usai koordinasi dengan panpel di Mako 2, Kamis (8/11).

Dikatakan perwira menengah dengan dua melati di pundakl ini, para supoter Jakarta menyerbu ke tengah lapangan niatnya merangsek menuju tribun sisi barat yang dihuni suporter Persib. “Tidak sampai tribun barat sudah kami halau dan kembali ke tempat semula,” katanya.

Dijelaskan, turunnya Jakmania ke lapangan ditengarai akibat kekecewaan tim yang dibelanya kalah dari Persib Bandung hingga menit 85. Diduga pula ada ejekan dari pendukung Persib yang kemudian membuat mereka masuk ke lapangan.

Meski masuk ke lapangan, tidak ada aksi penyerangan terhadap pemain maupun wasit. “Pemain dan wasit berhasil kami amankan sebelumnya. Setelah mereka kembali ke tempat duduk, pertandingan dimulai lagi sampai selesai,” katanya didampingi Kasat Intelkam AKP Moch Yusuf.

Senada disampaikan Kabag Ops Polres Magelang Kota Kompol Sri Hatmo bahwa suporter yang masuk ke lapangan berhasil dihalau kembali ke tempat semula dalam tempo singkat. Ia juga memastikan tidak ada kerusakan, baik rumput maupun tempat duduk di tribun.

“Benar ada flare (suar) yang dinyalakan di lapangan, tapi dengan cepat bisa dipadamkan. Kami sudah koordinasi dan sepakat pertandingan sisa tetap dilaksanakan, tapi dengan syarat tanpa dihadiri penonton,” jelasnya.

Pelarangan ini, katanya, berlaku untuk semua tim yang main di Stadion Moch Soebroto. Kalaupun ada yang memaksa datang, hanya bisa sampai luar kawasan stadion. Namun pihaknya mengimbau agar suporter tidak datang. “Tidak usah datang,” tandasnya.

Sementara itu, Sutikno dari panitia lokal sangat menyayangkan kejadian di luar prediksinya ini. Ia pun tidak keberatan untuk pertandingan berikutnya tanpa dihadiri suporter masing-masing tim.

“Hari ini juga (kemarin, Red) kami undang koordinator lapangan masing-masing suporter untuk membuat kesepakatan tidak datang ke stadion,” paparnya. Sutikno menyebut jumlah suporter yang datang pada laga Persija vs Persib sekitar 923 orang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Magelang Crisatrya Yonas Nusantrawan Bolla mengaku, tidak ada kerusakan akibat kericuhan itu. Meski sempat ada salah satu suporter menyalakan flare di lapangan saat kericuhan, Yonas pun memastikan kondisi rumput tidak mengalami kerusakan.

“Untungnya waktu kejadian kondisinya sedang hujan, sehingga flare yang dinyalakan tidak merusak rumput yang basah oleh hujan. Setelah pertandingan usai, kami langsung terjunkan anggota untuk mengecek kondisi lapangan. Alhamdulillah kondisi tribun maupun lapangan tidak ada kerusakan,“ tandas Yonas. (dem/laz/er/mg3)