GUNUNGKIDUL – Di tengah kehebohan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami mahasiswi UGM, Polres Gunungkidul menangkap seorang pemuda terduga pelaku pencabulan siswi SMP di Kecamatan Semanu. Tersangka, Suranto, telah ditangkap dan dipenjarakan. Dia dijerat pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tegas Kasatrskrim Polres Gunungkidul AKP Riko Sanjaya mengatakan, tersangka sudah diamankan di ruang tahanan mapolres Tersangka terjerat Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 81 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka. Penyidikan oleh tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA).
Dalam penanganan kasus ini penyidik mengamankan sejumlah barang bukti. Termasuk telepon genggam milik korban dan tersangka. Setelah dilakukan pengecekan, ada pesan singkat yang dikirimkan pelaku kepada korban yang berindikasi ancaman.

Hal itu diakui tersangka. Dia melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur pada medio Oktober 2018. Antara korban dengan tersangka tidak memiliki hubungan asmara apa pun.

“Inti pesan singkat itu, jika korban tidak mau menurut, tersangka akan membeberkan aibnya,” ungkap Riko.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja menunjukkan, kejadian itu terungkap pada Senin (5/11) malam. Saat itu korban mengadu kepada ayahnya. Karena takut dengan ancaman tersangka lewat pesan singkat itu. Ayah korban naik darah. Tersangka dicari dan diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan (mengancam korban lewat pesan singkat, Red).

Ayah korban makin emosi ketika anaknya mengaku telah disetubuhi oleh tersangka. Warga Semanu pun kalap dan bermaksud mencari Suranto untuk “diadili.” Namun aksi massa berhasil diredam oleh jajaran Polsek Semanu.
Suranto diamankan ke dalam mapolsek agar terhindar dari amuk massa. Kasus tersebut lantas dilimpahkan ke Polres Gunungkidul. (gun/yog/fj/mg3)