JOGJA – SD Muhammadiyah Sapen menjadi salah satu sekolah pelopor dalam hal literasi. Halaman sekolah menjadi bukti giat literasi itu lewat Gebyar Literasi 2018.

“Ini merupakan sebuah ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi,” kata Ketua Panitia Gebyar Literasi 2018, Supargiyanti Kamis (8/11).

Menurut dia penguasaan literasi saat ini tidak hanya terbatas pada membaca dan menulis. Tapi, lanjut dia, melek terhadap informasi dan teknologi juga bagian dari kampanye literasi. “Sekolah memiliki fungsi untuk mengenalkan itu kepada siswa. Bahkan sejak usia dini,” tegasnya.

Literasi sekolah itu juga menarik lantaran dibalut dengan budaya Jawa. Para guru dan karyawan kompak menggunakan pakaian adat jawa. Lalu siswa menggunakan busana sesuaindengan cita-cita mereka.

Selain itu, kata Supargiyanti, adanya Genyar Literasi 2018 ini sekaligus sebagai upaya dalam menumbuhkan semangat berkemajuan. “Kami berharap siswa juga memiliki nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pendidikan karakter,” tambahnya.

Ada berbagai macam kegiatan seperti launching celengan impian, jariyah buku, lomba kreasi sudut baca, lomba paduan suara, market days dan masih banyak lagi. Permainan barongsai dan panggung terbuka juga turut memeriahkan acara.

Gebyar literasi ini memadukan berbagai kegiatan literasi. Keuangan, digital, kewarganegaraan, dan menulis. Semuanya melibatkan siswa dari kelas 1 hingga 6. Di sela-sela acara, para siswa juga memberikan bingkisan kepada para veteran pejuang kemerdekaan. (sce/har/pra/by/mg3)