BANTUL – Seabrek persoalan dihadapi pelaku usaha mikro kecil menengah (UKM). Yang paling mencolok adalah pemasaran. Hingga sekarang tidak sedikit pelaku UKM yang kebingungan memasarkan produknya. Salah satunya Sarwo Edi Mulyo.

Pria 40 tahun ini sudah menggeluti kerajinan kulit sejak lima tahun. Dia mewarisi usaha keluarganya. Selama itu pula Sarwo memasarkan produknya dengan metode konvensional.

”Saya biasanya jualan di dekat SMPN 2 Imogiri,” jelas Sarwo di sela launching pameran Korwil Imogiri di Selopamioro Adventure Park Kamis (8/11).

Sarwo kerap mengikuti pelatihan yang diselenggarakan salah satu organisasi perangkat daerah. Dia juga sering mengikuti pameran online. Namun, keterbatasan pengetahuan teknologi menjadi jalan terjal pemasarannya.

”Saya tidak terbiasa pakai gawai. Tidak tahu cara memasarkan secara online,” tuturnya.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi berdalih dinas rutin menggelar berbagai jenis pelatihan. Mulai pelatihan pengemasan produk hingga pemasarannya. Dinas juga rutin mengajak pelaku UKM mengikuti pameran.

”Baik pameran regional, nasional, hingga internasional,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai pemasaran online, Biyanta, sapaannya, menilai sebagai keniscayaan. Dari itu, Biyanta berkomitmen dinas bakal intens mendorong pelaku UKM agar melek teknologi. Sebab, pemasaran secara online lebih baik dibanding metode konvensional. Yang pasti, lebih menghemat waktu, tempat, dan tenaga.

”Nanti ketinggalan kalau belum menuju ke sana,” ingatnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menambahkan, ada persoalan lain yang dihadapi sebagian perajin. Yakni, mengakses izin produksi industri rumah tangga (PIRT). Belum semua perajin bisa mengakses PIRT. Padahal, PIRT bisa mendekatkan pengusaha dengan konsumen.

”Masyarakat saat ini sudah semakin maju pemikirannya. PIRT menjadi bukti bahwa pengusaha diawasi terus oleh pemerintah. Jadi aman,” katanya.
Karena itu, Halim mendorong pengusaha makanan olahan dan minuman untuk mengantongi PIRT. Toh, pemkab telah memperbaiki proses pengajuan perizinan PIRT.

”Jangan lupa kemasannya juga harus dipercantik,” imbaunya. (ega/zam/er/mg3)