KULONPROGO – Bencana alam silih berganti datang. Pada musim kemarau, bencana kekeringan menerpa. Giliran masuk musim penghujan, ancaman bencana banjir sudah di depan mata.

Intensitas hujan memang belum turun secara merata di Kulonprogo. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mulai mengantisipasi perubahan musim ini. Ada sebanyak 22 desa di lima kecamatan wilayah selatan Kulonprogo yang setiap tahun menjadi langganan banjir.

“Desa-desa rawan banjir tersebut berada di Kecamatan Wates, Temon, Panjatan, Galur dan Lendah,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kulonprogo, Hepy Eko Nugroho, Kamis (8/11).

Dijelaskan, ke-22 desa itu, Plumbon, Kalidengen, Paliyan, Kaligintung, Temon Wetan dan Temon Kulon (Kecamatan Temon). Kemudian Karangwuni, Sogan, Kulwaru, Ngestiharjo dan Triharjo (Kecamatan Wates). Gotakan, Panjatan, Cerme, Kanoman, Krembangan dan Tayuban (Kecamatan Panjatan).
Desa yang juga terancam banjir meliputi Brosot, Tirtorahayu, Kranggan dan Pandowan (Kecamatan Galur). Satu lagi, Desa Wahyuharjo di Kecamatan Lendah.

“Puluhan desa tersebut langganan banjir karena berada di bantaran sungai yang mengalami pendangkalan,” kata Hepy.

Menurut dia, sejumlah upaya telah dilakukan untuk mengantisipasi banjir. Salah satunya dengan membentuk desa tangguh bencana. Serta meningkatkan koordinasi dengan relawan.

Pada bagian lain, normalisasi Sungai Heizero dan Sungai Sen diharapkan bisa mengurangi dampak banjir. Normalisasi dilakukan mulai Simpang Empat Nagung, Kecamata Wates hingga Jembatan Ngremang, Desa Bugel Kecamatan Panjatan.

“Proyek normalisasi sungai terebut fokus melancarkan arus sungai dari Desa Giripeni, Sanggarahan dan Desa Bendungan. Daerah hulu sungai seperti di Desa Bugel belum. Jadi potensi banjir masih ada,” ujar Hepy.

Deni Prasetyo, 23, warga Desa Panjatan mengatakan, desanya termasuk wilayah rawan banjir. Setiap musim penghujan air bah menggenangi permukiman dan sawah.

“Kami harus waspada saat musim hujan tiba. Semoga normalisasi sungai bisa mencegah banjir di sini,” harap Deni. (tom/iwa/zl/mg3)