JOGJA – Mahalnya biaya serta kurang ramahnya penggunaan pestisida dalam pencegahan serta pembasmian hama pada tanaman pertanian, harus disubstitusi dengan penggunaan teknologi yang lebih tepat. Dua dosen dari Jurusan Teknik Elektro IST Akprind, Slamet Hani ST, MT, dan Ir Gatot Santosa MT, mencoba melakukan inovasi teknologi untuk mengatasi permasalahan serangga di lahan pertanian.

Slamet Hani dan Gatot Santosa melakukan inovasi dengan memanfaatkan solar cell sebagai teknologi tepat guna pembasmi hama yang ramah terhadap lingkungan. Lokasinya di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul. Di desa ini, dari 17.000 penduduk, 60 persennya sebagai petani. Sawah pun banyak terhampas luas di desa ini.

Pada waktu tertentu banyak dijumpai serangga yang merusak tanaman, terutama padi hingga membuat petani resah. Serangga pada dasarnya memiliki ketertarikan terhadap cahaya saat malam hari. Sehingga pemanfaatan solar cell yang dipasang di tengah area persawahan, dinilai sangat efektif dalam pembasmian serangga.

Menurut Slamet Hani dan Gatot Santosa, alat ini menggunakan cahaya lampu bertenaga surya (solar cell) yang didesain sedemikian rupa, sehingga aman dari korslet dan bahaya kebakaran. Komponen pendukung dari alat ini terdiri atas modul surya, baterai, charge control, inverter dan lampu ultraviolet. Prinsip kerja alat ini, daya listrik akan terkumpul pada siang hari, sementara lampu ultraviolet akan menyala otomatis di malam harinya.

Bagi Slamet Hani dan Gatot Santosa adanya alat pembasmi serangga menggunakan solar cell ini memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan teknologi dan peningkatan produktivitas padi masa kini hingga mendatang. Dengan adanya alat pembasmi serangga menggunakan solar cell di desa ini akan menambah dampak yang positif bagi masyarakat, tmbahnya.

Kedua dosen teknik elektro ini berharap dengan alat prototipe pembasmi hama dengan tenaga surya ini dapat sebagai sarana produktif membantu para petani Desa Wukirsari dalam memenuhi kebutuhan pertanian budidaya padi. Apalagi alat ini ramah lingkungan dan murah. Lebih dari itu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian petani.  (sce/laz/er/mo2)