SLEMAN – Satlantas Polres Sleman menjaring 4.494 pelanggar pada pekan pertama Operasi Zebra Progo 2018. Seluruh pelanggar dikenai sanksi tilang di tempat. Mayoritas pelanggaran tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Imbasnya tidak hanya jumlah pelanggar, tapi juga pemohon SIM. Jumlah pemohon SIM di Polres Sleman mengalami peningkatan. Peningkatan terpantau beberapa hari usai operasi Zebra berlaku.

“Mulai meningkat sejak akhir Oktober kemarin dan terus bertambah hingga awal November,” jelas Kanit Regident Polres Sleman Ipda Arfita Dewi, Selasa(6/11).

Pada 30 Oktober permohonan SIM baru 91 orang dan perpanjangan 149 orang. Pada 4 November ada 153 pemohon SIM baru dan 207 perpanjangan. Jumlah total pemohon SIM selama operasi Zebra 1.306 orang.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan drastis. Operasi Zebra mampu meningkatkan kesadaran berkendara. Terutama memiliki SIM sebagai syarat wajib berkendara.

“Sebelum operasi (Zebra Progo 2018), jumlah pemohon SIM baru per hari 67 hingga 86 orang. Selama operasi, rata-rata di atas 100 pemohon,” ujarnya.
Operasi juga melibatkan personel Polsek. Setiap Polsek menindak pelanggar. Sanksi tilang dan teguran diterapkan bagi pelanggar.

“Hampir setiap hari kami menggelar operasi di sejumlah titik rawan pelanggaran. Hari ini (kemarin) kami memberi tilang kepada 22 pengendara,” jelas Kapolsek Godean Kompol Herry Suryanto.

Jajarannya juga menegur pelanggar. Ada 15 teguran. Khusus teguran, jajarannya menerapkan sanksi berupa pembersihan rambu lalu lintas di sekitar wilayah operasi Zebra.

“Mereka rata-rata tidak mematuhi lampu APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas). Harusnya berhenti, malah bablas terus,” jelasnya. (dwi/iwa/rg/mg3)

HUKUMAN: Para pelanggar mendapatkan sanksi membersihkan lampu APILL di Simpang Tiga Bantulan, Godean kemarin. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)