KULONPROGO – Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Kulonprogo terkendala verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak cocok. Persoalan itu banyak terjadi pada warga (subjek) yang ada di luar Kulonprogo.

Kepala BPN Kulonprogo Suradi menyatakan untuk sementara dokumen subjek dimasukkan ke dalam dokumen K3. Nantinya baru dimasukkan dalam antrean sertifikasi bila data NIK yang valid telah berhasil dicocokkan.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Sejumlah subjek yang ada di luar Jogja ada yang datanya bisa dicocokkan, namun ada pula yang masih belum bisa dicocokkan,” katanya.
Suradi berharap pencocokan NIK beres dan program PTSL bisa selesai akhir tahun. Respons masyarakat beragam menyambut program ini.

“Kalau di provinsi lain, karena masyarakat ingin dan membutuhkan PTSL mereka antusias bahkan sampai kekurangan jatah. Di Kulonprogo ada yang tidak respons, bagi yang memang tidak mau, kami tinggal,” ucapnya.

Kepala Disdukcapil Kulonprogo, Djulistyo menambahkan, pada prinsipnya kepemilikan NIK tidak berubah seumur hidup. Persoalan yang terjadi pada NIK subjek PTSL, diperkirakan serupa dengan yang terjadi saat pendaftaran kartu SIM telepon genggam beberapa waktu lalu.

Permasalahan yang terjadi kemudian adalah ada beberapa orang yang tidak dijumpai nomor NIK miliknya. Atau satu orang memiliki NIK yang terduplikasi dengan NIK orang lain.

Dicontohkan, ada orang dari Bogor pindah ke Kulonprogo. Di Kulonprogo dia sudah menerima KTP sudah tercetak. Namun di server nasional, dia masih terbaca sebagai penduduk Bogor. Kalau permasalahannya seperti itu, jawabannya ada di tingkat Pusat.

“Langkah yang bisa diambil yakni orang yang bersangkutan datang langsung ke Disdukcapil Kulonprogo. Agar dibukakan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan miliknya,” katanya. (tom/iwa/rg/mg3)