KAPNUM Serip Kalakmabin dibesarkan dari keluarga pecinta olahraga. Ayahnya bermain sepak bola, sementara sang ibu suka voli. Sejak kecil, cewek kelahiran Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua ini sebenarnya sangat menyukai sepak bola. Sampai akhirnya saat bersekolah di SMP Marganingsih Muntilan, dia berkenalan dengan basket.

Kali terakhir di SMA Stella Duce 2 Jogja (Stero) menjadi runner up di Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2018. Puasa gelar dilewatinya selama delapan tahun.
Meski begitu Stero bukan tanpa pencapaian, tahun lalu mereka berhasil lolos ke fantastic four, lalu pada gelaran Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2018 Oktober lalu, akhirnya, mereka bisa selangkah lebih maju, menjadi runner up pada gelaran basket pelajar terbesar di Jogja itu.

Pencapaian itu tak lepas dari peran Kapnum Serip Kalakmabin atau kerap disapa Sera. Cewek bernomor punggung 15 itu bermain luar biasa. Bersamanya, Stero berhasil mengalahkan SMAN 4 Jogja. Melawan SMAN 2 Jogja (Smada) di babak fantastic four pun, Sera mencetak 32 poin.

‘’Pelatihku selalu memberikan instruksi untuk bermain lepas. Fokus terus di lapangan. Jika ada masalah selesaikan dulu, supaya tidak mengganggu konsentrasi saat bermain. Aku mengikuti instruksinya dan memang semua berjalan dengan baik bahkan luar biasa,” cerita Sera.

Sera mengakui bahwa sebenarnya dia tidak sebaik itu di lapangan. Masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki sebagai pemain. Termasuk soal tangannya yang gemetar, lalu beban begitu berat saat lari di lapangan, ketika pertandingan baru dimulai.

‘’Kalo belum mencetak poin aku sering gemetar, lariku terasa berat, tapi setelah bola dapat kumasukkan, aku merasa mendapat energi tambahan. Bisa fokus dan lari jadi enteng,” aku Sera yang juga terpilih sebagai First Team Putri Honda DBL D.I Jogjakarta Series 2018.

Seputar motivasi, Sera ingin membawa Stero ke babak final karena gelaran DBL tahun ini menjadi yang pertama sekaligus terakhir untuknya. Tahun depan, dia tak bisa ikut lagi karena faktor usia.

‘’Aku tahu semangatnya para suporter latihan. Ketika aku sempat cedera, mereka menangis, dan selepas pertandingan semua mendatangiku. Di situ aku jadi bersemangat untuk mereka. Apa jadinya jika di pertandingan pertama sudah kalah? Selain itu juga karena tahun depan aku sudah enggak bisa main DBL lagi, maka aku harus mati-matian, dan sejak awal memang targetku bawa Stero ke final,” tuturnya.

Sera tak mengangka dirinya terpilih sebagai First Team Putri Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2018 bersama empat anak lainnya. Dia hanya fokus untuk membawa Stero ke final. Namun setelah diberi tahu bahwa nantinya dia punya kesempatan ke Amerika, Sera bersemangat.

“ Fokusku saat ini adalah memperbaiki shooting. Private dengan pelatihku zaman dulu di SMP. Pengen pergi ke Amerika lewat basket. Enggak nyangka basket membawaku sampai sejauh ini. Padahal dulu waktu pertama kali latihan, basket itu sulit sekali,” ucap Sera.

Berprestasi tentu butuh proses. Sera menuturkan bahwa tidak semua proses itu menyenangkan. Dalam basket misalnya, pasti ada latihan teknik, ada pula fisik. Tapi jangan pernah bolos, atau melewati latihan.

‘’Jangan bandel sama pelatih, latihan enggak boleh bolos. Latihan fisik dan teknik dijalani. Juga jangan takut mencoba, justru gunakan waktu latihan untuk menerapkan gerakan-gerakan baru sesuai arahan pelatih. Kalau belum bisa, kita punya pelatih yang siap ngajarin. Capek itu urusan belakang,” katanya. (ata/iwa/by/mg3)