GUNUNGKIDUL – Menjelang tutup buku, Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul disibukkan dengan pencapian target pendapatan asli daerah (PAD). Sisa waktu dua bulan ini dimanfaatkan untuk kejar target.

Dalam APBD Gunungkidul 2018 target sektor pariwisata mencapai Rp 28.246.144.000.“Dari target PAD retribusi Rp Rp. 28.246.144.000, pada awal November ini lalu sudah tercapai Rp 20.671.143.670,” kata Sekretaris Dispar Gunungkidul Hari Sukmono Selasa (6/11).

Untuk jumlah kunjungan juga optimis dapat tercapai. Dari target sebanyak 3.184.286 wisatawan, sekarang sudah tembus sebanyak 2.585.615 orang. Dia optimis, target PAD maupun kunjungan wisatawan bisa tercapai.

“Terutama meomentum liburan akhir tahun nanti,” ujarnya.

Hari menambahkan, setiap tahun rata-rata terjadi peningkatan sebanyak 200.000 sampai 300.000 pengunjung, yang tercatat dari pos retribusi. Dispar juga berupaya meningkatkan kunjungan dengan menambah destinasi wisata di kawasan utara. “Seperti Gedangsari dengan Flying Fox salah satu terpanjang di Asean. Memberikan alternatif atraksi dan membuat destinasi baru,” ucapnya.

Menurut dia, destinasi dengan memberikan alternatif atraksi baru di zona utara agar terjadi pergerakan wisatawan sehingga distribusi sebaran wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di sisi selatan.Sebenarnya sejak sekitar 2010 sudah diupayakan untuk memberikan alternatif destinasi, sepertu gunungapi purba Nglanggeran, gua Pindul, kali suci, dan sejumlah lokasi lainnya.

“Diversifikasi daya tarik wisata untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Diversifikasi daya tarik wisata di semua destinasi,” ujarnya.

Itu diyakni mampu meningkatkan jumlah kunjungan. Sehingga upaya yang dilakukan turut berkontribusi pada cita-cita Kabupaten Gunungkidul dalam mewujudkan kabupaten pariwisata terkemuka dan berbudaya.

Sementara itu, pengelola Desa Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran Patuk Sugeng Handoko mengatakan, sekarang merupakan era kolaborasi. Tidak bisa berkembang jika hanya mengandalkan kemampuan pribadi. Ini berkaitan erat dengan managemen pengelolaan wisata di Gunungkidul.

“Jika eingin tetap eksis, harus berkolaborasi atar destinasi. Pemerintah bisa menjembatani dengan melakukan arahan serta pendampingan,” kata Sugeng. (gun/pra/er/mg3)