PURWOREJO – Wilayah Kecamatan Bagelen menjadi incaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Purworejo di tahun 2019. Ini menjadi langkah awal untuk membidik segmen pasar yang lebih luas yakni New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo.

Hal itu disampaikan Direktur PDAM Tirta Perwitasari Hermawan Wahyu Utomo saat membuka kantor layanan di wilayah Kecamatan Purwodadi, Senin (5/11). Kegiatan ini menghadirkan unsur Forkompimcam Purwodadi, perwakilan perbankkan yang berkerjasama serta Dewan Pengawas PDAM.

“Ini memang menjadi rencana besar kami, PDAM Purworejo, untuk
berekspansi ke wilayah selatan Purworejo,” kata Hermawan.  Menurutnya, dampak dari proyek NYIA di Kulonprogo memang membawa konsekuensi pengembagan layanan di wilayah Bagelen dan Purwodadi.

Bagelen yang bisa menjadi kawasan elite akan disandingkan dengan
wilayah pesisir Purwodadi yang bisa berkembang menjadi kota industri
atau pergudangan. “Kami yakin bandara akan sangat butuh air. Dan kami juga akan siap memberikan layanan, makanya layanan Bagelen menjadi hal yang tidak bisa dilepaskan,” tambah Hermawan.

Lebih jauh diungkapkan, PDAM saat ini sudah full power atau
kekuatan penuh untuk mendapatkan pelanggan baru. Perbaikan beberapa
sarana pendukung telah usai dan berapa pun pelanggan baru yang meminta layanan akan dilayani segera.

“Sekarang kami menggarap Purwodadi dahulu, di mana ini untuk
mendekatkan pelayanan, baik dari gangguan hingga pembayaran bagi
masyarakat sekitar,” katanya.

Hermawan mengungkapkan PDAM Purworejo optimistis bisa memberikan pendapatan asli daerah lebih baik lagi ke depannya. Saat ini tercatat sudah mampu memberikan kontribusi senilai Rp 1,5 miliar.

Dewan Pengawas PDAM Pono Gunawan mengatakan, PDAM memang harus mulai mengarah kepada layanan bisnis. Dia melihat  kekuatan PDAM memberikan layanan sudah semakin baik dan kuat.

“Layanan tampaknya sudah lebih baik, dan sekarang kami perlu melihat
di sektor bisnis,”  tandas Pono. (udi/laz/er/mo2)