Penerapan Kawasan Semi Pedestrian Malioboro

JOGJA – Konsep kawasan semi pedestrian di Malioboro kini tinggal menunggu revitalisasi kantor DPRD DIJ. Itu karena saat ini pintu masuk dan keluar kantor DPRD DIJ masih melalui Jalan Malioboro. Sehingga aturan larangan kendaraan bermotor melintas belum bisa direalisasikan.

Kepala Dinas Perhubungan DIJ Sigit Sapto Raharjo mengaku untuk sementara konsep yang disiapkan untuk pintu kantor DPRD DIJ akan diarahkan melalui timur di Jalan Mataram. “Kepatihan kan sudah masuk dari timur, tinggal yang kantor DPRD. Sudah ada wacana ruas jalan dari timur tepatnya pas toko sepatu itu,” kata Sigit Senin (5/11).

Tapi untuk waktunya mantan Penjabat Bupati Bantul itu belum bisa memastikannya. Termasuk untuk penerapan hanya kendaraan tidak bermesin yang boleh melintasi Jalan Maliboro. Diakuinya proses mewujudkan kawasan Malioboro menjadi kawasan semi pedestrian sudah disiapkan sejak jauh hari. Diantaranya dengan pembuatan Taman Parkir Portabel Abu Bakar Ali.

“Bus pariwisata dan hotel wajib ke kantong parkir, nanti dari sana pakai becak atau andong,” katanya.

Hal lainnya yang juga sedang disiapkan, bersama forum lalu lintas DIJ untuk mendesain bundaran besar Malioboro. Konsep yang disiapkan kendaraan bermotor mengitari kawasan Malioboro melawan arah jarum jam. Dari Jalan M. Suryotomo melaju ke utara arah Jalan Mataram. Selanjutnya dari simpangtiga parkir Abu Bakar Ali satu arah menuju simpangtiga Jalan Pasar Kembang.

Kemudian ke selatan di Jalan Bhayangkara sampai ke simpang tiga RS PKU Muhammadiyah. Ruas jalan Jlagran Utara tetap diterapkan dua arah. Hanya saja dari arah barat menuju timur hanya sampai simpangtiga jalan Pasar Kembang. Selanjutnya kendaraan diarahkan menuju selatan.

“Kendaraan yang boleh masuk kawasan Malioboro hanya sepeda onthel, andong, becak pancal, bus Trans Jogja dan beberapa kendaraan khusus lainnya,” ujarnya.

“Baru sebatas pembahasan oleh seluruh anggota forum lalulintas. Rencananya Kamis besok (8/11) ada survey untuk penerapan kebijakan lapangan kedepannya,” tambah mantan Asisten Administrasi Umum Pemprov DIJ itu.

Sebelumnya Kepala Bidang Lalulintas Dishub Kota Jogja Golkari Made Yulianto mengatakan konsep yang disiapkan juga membuat sirip-sirip jalan di Malioboro, seperti Jalan Suryatmajan, Jalan Pajeksan atau Jalan Beskalan akan diberlakukan dua arah. Konsekuensinya tidak boleh ada kantong parkir di ruas jalan tersebut. Jika konsep tersebut diterapkan, Dishub Kota Jogja juga akan memasang rambu larangan parkir di sirip-sirip jalan di sepanjang Jalan Malioboro. (dwi/pra/zl/mo2)