JOGJA – Gempa yang disertai tsunami serta ditambah likuifaksi di Sulawesi Tengah sudah berlalu 40 hari yang lalu. Selama itu pula para pelajar dan mahasiswa Sulteng yang sedang menimba ilmu di Jogja merasakan kebaikan warga DIJ.

Tepat peringatan 40 hari gempa yang menewaskan ribuan korban jiwa tersebut, warga DIJ bergotong royong bersama Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPMD) Sulteng mengadakan acara 40 hari #Sulteng Bangkit di Asrama Mahasiswa Sulteng Bintaran Mergangsan tadi malam (5/11).

Ketua Posko Sulteng-Jogja Sulaiman mengungkapkan acara ini juga bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat yang sempat pudar karena beberapa keluarga atau sanak keluarganya juga menjadi korban. Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk mengucapkan terimakasih kepada masyarakat DIJ karena telah dibantu secara materil dan non materil.

“Kami berterimakasih telah diberi banyak bantuan, hingga dikirimkan ke Sulteng,” jelasnya saat membuka sambutan.

Sulaiman yang mewakili mahasiswa Sulteng di Jogja juga sangat berterimakasih atas segala bentuk dukungan yang diberikan oleh seluruh komponen masyarakat di DIJ. “Semangat persatuan sebagai bangsa Indonesia benar-benar dirasakan kami,” ungkapnya..

Menurut dia mahasiswa Sulteng yang tinggal di Jogja juga telah diberi banyak fasilitas. Terlebih ada sekitar 2.000 mahasiswa Sulteng yang hanya mengandalkan uang dari kiriman keluarga.

IKPMD Sulteng juga berterimakasih kepada pemerintahan DIJ karena telah diberikan kesempatan untuk tetap bisa berkuliah. Bantuan berupa keringanan dalam hal biaya dan fasilitas untuk kuliah dinilai begitu sangat membantu mahasiswa Sulteng yang menuntut ilmu.

“Segala bentuk bantuan begitu bermanfaat bagi kami,” ujarnya. (cr5/pra/by/mo2)