KULONPROGO – Satresnarkoba Polres Kulonprogo kembali mengungkap kasus pengedaran sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar keamanan, khasiat, atau pemanfaatan serta mutu. Tidak memilik izin edar. Kasus minuman keras dan narkoba mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir.

“Salah satu kasus yang cukup menonjol penyalahgunaan dan peredaran obat keras tanpa izin edar. Terakhir kami menangkap GUN, 21, warga Dusun Tlogolelo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap berikut barang bukti 102 butir pil Yarindo,” kata Kasatres Narkoba Polres Kulonprogo, AKP Munarso, Senin (5/11).

Dijelaskan, kronologi pengangkapan tersangka GUN berawal Kamis (6/9) sekitar pukul 00.10. Anggota memeriksa saksi Yaysyurahman Rhevie dan tersangka GUN, di jalan wilayah Sentolo.

Polisi menemukan 10 butir pil Yarindo pada diri Yaysyurahman Rhevie yang mengaku mendapatkan dari GUN pada Rabu (5/9) pukul 18.30. Harganya Rp 40 ribu. Pembelian di barat Perempatan Pripih, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap.

“Di TKP kami temukan tiga butir pil Yarindo di dalam bungkus rokok yang diduga milik pelaku GUN. Setelah dilakukan pemeriksaan di kediaman GUN kami mengamankan 102 butir pil Yarindo. Pelaku dan saksi beserta barang bukti langsung kami bawa ke Mapolres Kulonprogo untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain barang pil Yarindo, pertugas mengamankan satu lembar plastik pembungkus pil, satu bungkus kemasan sereal warna kuning bertuliskan Gowell, satu HP merk Asus warna hitam, satu bungkus rokok Marlboro, dan uang Rp 236.000 yang diduga hasil transaksi.

“Pelaku melanggar Pasal 197, Pasal 196 UU 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya. (tom/iwa/by/mo2)