SLEMAN – Demi membiayai sang adik, Septian Aga, 18, mencuri Honda Vario AA 2861 PP. Aksi ini berlangsung di halaman parkir minimarket kawasan Jalan Kaliurang, Umbulmartani, Ngemplak. Belum ada 10 meter berjalan, aksi pelaku terpergok warga.

Ditemui di Mapolsek Ngemplak, pria bertubuh kurus ini tidak banyak berkata. Sekali-kali matanya menatap ke atas, namun kembali turun saat berhadapan dengan kamera. Terbata-bata dia menceritakan alasan membawa kabur Honda Vario tersebut.

“Buat biaya hidup adik saya yang umur sembilan tahun. Bapak sudah meninggal, ibu bekerja di Kalimantan. Saat ini adik hidup bersama simbah di Magelang,” jelasnya, Senin  (5/11).

Aksi ini diakuinya berlangsung spontan. Saat itu dia melihat Honda Vario terparkir di halaman minimarket. Mengetahui kendaraan tidak terkunci, niat mencuri anak sulung ini semakin kuat. Begitu dirasa aman, dia langsung menuntun Vario ke arah selatan.

Sejatinya Septian bukanlah pengangguran. Dia bekerja sebagai penjaga kandang ayam di Nglanjaran, Ngaglik. Gaji yang diterima sebesar Rp 1,4 juta per bulan.

“Ini baru kali pertama berbuat seperti ini. Kendaraan cuma saya tuntun karena mesinnya mati. Saat ketahuan langsung lari karena takut,” ujarnya.

Kapolsek Ngemplak Kompol Sugiarto mengungkapkan pelaku tergolong nekat. Terlebih kondisi mesin tidak menyala. Pelaku hanya menuntun Vario menuju arah selatan.

“Motor ini milik Fajrul Alam yang dipinjam oleh temannya Rizki Prasetyo. Motor terparkir dalam kondisi tidak terkunci. Melihat peluang ini, pelaku langsung membawa kabur. Kejadiannya Sabtu (3/11) sekitar jam 23.00,” jelasnya.

Aksi warga Muntilan Magelang ini tidak berjalan mulus. Niat hati berjalan santai justru menimbulkan kecurigaan warga. Adalah Bahtiar Wimpi Indrianto yang melihat pelaku mendorong Honda Vario.

Bahtiar mengenali motor yang didorong oleh sang pelaku. Tanpa berpikir panjang, teman korban ini mengikuti dari belakang. Saat langkah kaki Septian semakin cepat, Wimpi langsung meneriaki pelaku.

“Baru sekitar 10 meter berjalan dari lokasi kendaraan terparkir. Tahu diteriaki, pelaku langsung menaruh sepeda motor dan kabur masuk gang terdekat,” ujarnya.

Saat itu tim Reskrim Polsek Ngemplak tengah berpatroli. Alhasil pelaku masih sempat selamat dari amukan massa. Kanit Reskrim Polsek Ngemplak AKP Tasngin yang berada di lokasi langsung memimpin pengamanan pelaku.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit Honda Vario. Tidak ditemukan kunci T untuk membongkar kunci kendaraan. Pelaku juga tidak membawa senjata tajam atau alat kejahatan lain.

“Pelaku selama di Jogjakarta tidur di tempat temannya. Tidak jauh dari lokasi pencurian. Pelaku awalnya juga belanja di minimarket. Melihat peluang langsung beraksi,” kata Tasngin. (dwi/iwa/by/mo2)