GUNUNGKIDUL – Jelajah alam dengan mengendarai sepeda di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) kembali digelar Minggu (4/11). Ini merupakan hasil kerja sama Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Dispar Gunungkidul, dan Pengelola Tahura Bunder. Seperti sebelumnya, event olahraga sekaligus berpariwisata yang menempuh jarak 13 kilometer ini selalu menjadi magnet. Sedikitnya 500 bikers ambil bagian dalam event yang memasuki kali ketiga ini.

Kepala Dispar DIY Aris Riyanta menjelaskan, kawasan Tahura memiliki potensi. Baik dikembangkan sebagai tempat wisata, tempat penyelenggaraan berbagai acara budaya, hingga olahraga. Melalui jelajah alam, Aris berharap masyarakat lebih mengetahui dan tertarik dengan Tahura. Juga menarik wisatawan untuk mengunjungi berbagai objek wisata (obwis) di Bumi Handayani. Sebab, Tahura menawarkan keindahan keanekaragaman hayati dan satwa plus didukung lokasi dan akses jalan yang mudah.

”Di Gunung Kidul banyak wisata pantai dan gua. Setelah capek, wisatawan bisa mampir ke Tahura untuk menikmati pemandangan yang sejuk dan rindang,” kata Aris di sela jelajah alam.

Tahura terletak di Gading, Playen, Gunungkidul. Luasnya 643 hektare. Tahura merupakan salah satu pengembangan hutan sebagai destinasi wisata alam. Penggagasnya Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY.

Kepala Dispar Gunung Kidul Asti Wijayanti mengapresiasi event yang diinisiasi Dispar DIY. Itu mendukung program promosi pariwisata Dispar Gunungkidul. Sebagai buktinya, pengunjung di Tahura selalu naik setiap tahun. Melihat potensi ini, kata Asti, sarana dan prasarana di Tahura pun ditambah. Bahkan, kawasan Tahura nanti bakal dibangun food court.

Kepala Balai Pengelolaan Tahura Niken Aryati menambahkan, jelajah alam memberikan gambaran bahwa Tahura dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas menantang. Seperti, outbond dan kemah, dan jelajah alam dengan sepeda.

Khusus jelajah alam dengan sepeda, Niken menyebut ada dua jalur berbeda. Yaitu, untuk pemula, dan biker profesional. Salah satu medan yang ditawarkan adalah melalui kawasan Sungai Oya. Track-nya melewati bebatuan di sepanjang bibir sungai.

”Track jelajah alam adalah melewati kawasan hutan, lahan Desa Gading, dan Sungai Oyo,” jelasnya. (cr7/zam/by/mo2)