Tema Konferensi Kesehatan Internasional Polkesyo 2018

JOGJA – Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Polkesyo) kembali menggelar kegiatan Seminar Internasional “5th Internasional Conference on Health Sciences” ICHS 2018, di Grand Inna Malioboro Hotel, Sabtu-Minggu, 3-4 November 2018.

Dalam even bertemakan Optimization of Elderly Health on Environmental Support in The Era of SDG’s”  Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Polkesyo) menghadirkan beberapa keynote speaker yakni drg. Usman Sumantri, M.Sc (PPSMDK, Ministry of Health Republic of Indonesia), Prof. Dr. Sakinah Harith (University of Sultan Zainal Abidin, Malaysia), Dr. Samoraphop Banharak (Nurcing Faculty , Khon Kaen University),  Dr. Armah Tengah, Bsc(Hons)., PGDip., M.Ed (School of Health Science, Polytechnic Brunei Darusslam).

Sedangkan speaker nasional yaitu dr. Detty Nurdiati, MPH, Sp.OG (K), Phd. (Universitas Gajah Mada, Indonesia), Dr. Budi Haryanto (Universitas Indonesia, Indonesia), Siti Sulasti, S.Pd, M.Kes (Poltekkes Kemenkes Yogyakarta), Subrata Tri Widada, M.Kes (Poltekkes Kemenkes Yogyakarta). Mereka membahas langsung terkait optimalisasi kesehatan lansia terhadap dukungan lingkungan di era SDG. Dan juga narasumber Clinic Phlebotomi yakni Suparmin, SSiT (Rs. Kab. Bantul), Joko Budiono SSiT (Balai Lab. Kes. DIY), Prof. Dr. Abdul Rohman, M. Si., Apt (Universitas Gajah Mada).

Ketua Panitia yang juga Wakil Direktur Kemahasiswaan dan Kerjasama Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Dr. Iswanto S.Pd, M.Kes menyebutkan, para peserta Seminar ICHS 2018 berasal dari kalangan mahasiswa, institusi pendidikan, dosen institusi negeri dan swasta.

Penyelenggara Seminar ICHS 2018 ini adalah Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, dengan cohost Universitas Sultan Agung Jawa Tengah, Stikes Bali, sebagai salah satu bukti nyata institusi pendidikan kesehatan yang edukatif untuk mendukung kesehatan Indonesia dan pembangunan nasional.

“Ini kegiatan rutin Polkesyo sebagai peningkatan kapasitas iptek yang sifatnya internasional. Adapun tema kesehatan lansia. Bagaimana lansia dapat meningkatkan terus kesehatannya. Kami fokus peduli terhadap hal itu. Hasil oral presentasi nanti masuk dalam jurnal internasional. Meningkatkan rate institusi dan dosen sehingga berani publikasi di internasional,” (riz/er/mo2)