MAGELANG – Peduli lingkungan, sebuah semangat yang ingin ditularkan Pemkot Magelang dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober. Mereka mengadakan kegiatan bertajuk “Njegur Kali Ngresiki Sampah”. Acara ini diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Magelang bekerja sama dengan Kwarcab Pramuka dan PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air) Kota Magelang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada DLH, PSDA, dan Pramuka lewat Saka Kalpataru yang sudah melakukan langkah konkret membantu Pemkot Magelang dalam melaksanakan kebersihan lingkungan,” kata Penjabat Sekda Pemkot Magelang Sumartono kemarin.

Pemkot tidak ingin peringatan Hari Sumpah Pemuda itu hanya diisi  upacara atau seremonial saja. Tetapi ada langkah nyata yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Hal itu guna mewujudkan semangat pemuda, yang sesuai dengan semangat gerakan revolusi mental. “Salah satu gerakan revolusi mental adalah upaya hidup bersih. Maka kita lakukan itu,” tuturnya.

Sumartono mendukung kegiatan bersih sungai ini, apalagi dilaksanakan sebelum musim hujan berlangsung. “Mumpung sekarang belum masuk musim hujan. Nanti kalau sudah musim hujan, insya Allah sungai dan saluran irigasinya lancar karena sudah bersih,” harapnya.

Menurut Kepala DLH Pemkot Magelang Machbub Yani Arfian, sedikitnya 200 orang terlibat dalam kegiatan bersih sungai sepanjang sekiatr 1 Km itu. Mereka secara sukarela turut dalam kegiatan yang difokuskan di Sungai Kalibening, tepatnya di Kampung Tuguran-Dumpoh, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara. Harapannya, ke depan masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran sungai atau irigasi.

“Kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun tanggung jawab bersama, seluruh masyarakat. Semoga setelah kegiatan ini tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” tandas Machbub.

Saat turun ke sungai, peserta kebanyakan telah menggunakan sepatu boot karet. Tangan mereka juga dilapisi sarung tangan karet warna oranye. Sampah-sampah yang telah dikumpulkan dengan menggunakan karung plastik, kemudian diangkut menuju tempat pembuangan sampah terakhir.  (dem/laz/by/mo2)