KULONPROGO – Ratusan pemuda mengikuti pelatihan socioentrepreneur dengan menghadirkan Drs Suyatmo dari BPO DIY dan praktisi dari PT ABI Akbar Patria di Gedung Kaca kompleks Pemkab Kulonprogo, Jumat (26/10)

Suyamto merupakan staf bidang kepemudaan BPO DIY. Dalam materinya dia menjelaskan ruang lingkup pemuda sesuai UU No 40/ 2009 dan Pemerintah DIY terus menggalakkan wirausaha di masyarakat. Karena wirausaha menjadi tolok ukur kemakmuran suatu negara.  “Untuk menjadi negara yang makmur, paling tidak jumlah wirausaha harus mencapai  lima persen,” ujarnya.

Akbar Patria nilai transaksi online di Indonesia mencapai Rp 300 triliun lebih pada 2016. Dari jumlah itu 60 persen orang menggunakan transaksi online.  Menurut Akbar peluang berjualan melalui online inilah yang harus dimanfaatkan peserta.

Dalam pelatihan peserta diberikan arahan untuk menggunakan smartfone menjadi lebih bermanfaat yaitu sebagai alat untuk mengenalkan produk usaha yang akan dijalani. Para peserta dapat dengan bijak menggunakan jejaring sosial dengan baik.

Pelatihan socioentrepreneur sendiri merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh BPO DIY bekerjasama dengan DPRD DIY. Melibatkan seluruh pemuda di DIY, kegiatan ini diselenggarakan di 80 titik, meliputi wilayah Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, dan Kota Jogjakarta. (*/a1/din/zl/mo2)