• Evaluasi Total jelang Lawan Madura FC

SLEMAN – Kekalahan 1-2 dari Persiraja Banda Aceh  di Stadion H Dimurthala Kamis (1/11) membuat pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara meradang. Seto menyebut kinerja lini tengah dinilai belum maksimal.

Di laga tersebut, Seto memang tak melakukan perubahan di lini tengah. Trio Busari, Amarzukih, dan Ichsan Pratama tetap dipercaya menjadi kreator. Namun faktanya, hanya Ichsan Pratama yang cukup mobil. Sementara itu Amarzukih, lebih banyak berada di tiga perempat zona pertahanan.

Busari, yang diproyeksikan menggantikan peran dari Dave Mustaine kurang memberi kontribusi maksimal. Kerap kali mantan pemain Persibat Batang ini terlambat melakukan transisi dari menyerang ke bertahan maupun pertahanan ke menyerang.

Seperti gol balasan yang terjadi ke gawang Ega Rizky. Skema terjadinya gol bermula saat bola hasil intersep Jodi Kustiawan terlepas. Busari yang berada di area kotak penalti, gagal memberikan marking kepada Zamrony, sehingga berhasil menceploskan bola ke gawang untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Begitu juga dengan gol kedua, lini tengah garis pertahanan terdepan PSS Sleman terlalu memberi ruang bagi pemain lawan sehingga leluasa memberikan thru pass kepada Andre Abubakar, yang membawa keunggulan tuan rumah di masa perpanjangan waktu. “Setelah dievaluasi memang ada celah di lini tengah kami. Kalau mereka tidak telat menutup dua gol itu seharusnya tidak perlu terjadi,” jelas Seto, Jumat (2/11).

Praktis, Seto hanya memiliki waktu efektif tiga hari untuk membenahi kelemahan anak skema permainan yang diterapkan. Termasuk, melakukan pembenahan di linu tengah yang selama ini menjadi titik lemah.

Ya, PSS Sleman akan melakoni laga perdananya di kandang i dengan menjamu Madura FC Selasa (6/11). Kemenangan menjadi harga mutlak yang harus diraih untuk bisa menjaga asa ke babak empat besar Liga 2 Indonesia.

Dengan mengumpulkan poin satu dari dua pertandingan, peluang PSS Sleman untuk berada mengamankan tiket semifinal Liga 2 masih terbuka lebar. Apalagi, Jodi Kustiawan dkk masih mengantongi tiga laga kandang.

Seto menilai setelah laga melawan Persiraja, banyak yang harus dibenahi. Tidak hanya lini tengah, lini belakang dan depan pun akan menjadi sorotan yang akan dibenahi sebelum laga melawan Madura FC.  “Sepak bola satu kesatuan, kalau semuanya seimbang, maka hasilnya akan baik. Itu yang akan menjadi fokus kami sekarang,” kata Seto.

Menjelang babak delapan besar, badai cedera menimpa PSS Sleman. Gelandang bertahan mereka Arie Sandy harus absen sampai akhir musim akibat cedera ACL yang dideritanya. Praktis, PSS Sleman hanya memiliki Amarzukih, Taufiq Febrianto dan Wahyu Sukarta. Dari ketiga gelandang tersebut, hanya Amarzukih yang dinilai kaya akan pengalaman.

Tidak hanya itu, upaya mendatangkan gelandang kreatif setara Dave Mustaine pun kandas, setelah Hendika Arga memutuskan pensiun saat jeda transfer ditutup. Maka ketika Dave absen, praktis PSS Sleman kehilangan gelandang pengganti yang sepadan. “Memang ada pengaruhnya kehilangan Arga, karena pilihan gelandang menyerang kami jadi berkurang,” jelas Seto. (bhn/din/by/mo2)