BANTUL – Forum K-2 Bantul bersikap legawa dengan tawaran pemerintah pusat. Meski gagal menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS), Forum K-2 bersedia dengan tawaran menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Sikap ini berbeda dengan beberapa tenaga honorer kategori dua (K-2) di wilayah Sleman. Mereka ngotot ingin lolos sebagai CPNS.

”Ya kami lebih baik menerima daripada tidak mendapat perhatian sama sekali,” jelas Sudarman saat dihubungi, Jumat  (2/11).

Menurutnya, rencana Kemen PAN-RB mengangkat honorer K-2 menjadi P3K merupakan janji lama. Itu sebagai respons atas banyaknya K-2 yang gagal mendaftar sebagai CPNS lantaran terbentur usia. Di sisi lain, K-2 telah mengabdi cukup lama. Baik sebagai guru tidak tetap atau pegawai tidak tetap. Bahkan, tak sedikit di antara mereka yang telah pensiun.

”Kesejahteraan honorer K-2 di SD dan SMP yang sekarang belum begitu diperhatikan,” katanya.

Kondisi ini berbeda dengan K-2 yang mengajar di SMA/SMK. Mereka telah mendapatkan surat keputusan pengangkatan dari gubernur. Dengan begitu, kesejahteraan mereka lebih terjamin.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan Danu Suswaryanta mengatakan, ada perbedaan sekaligus persamaan antara ASN dan P3K. Salah satu persamaannya terletak pada hak. Bedanya, P3K tidak mendapatkan fasilitas untuk menunjang kinerja, seperti kendaraan dinas.

”Juga tak mendapatkan pensiunan dan jaminan hari tua,” katanya. (ega/zam/er/mo2)