Sultan Ingatkan Penari Jaga Kesehatan

JOGJA- Sembilan penari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat bakal berada di Amerika Serikat Jumat (9/11). Dua di antaranya adalah putri raja. GKR Mangkubumi dan GKR Hayu. Sisanya abdi dalem penari.

Kehadiran mereka di Negeri Paman Sam membawa misi penting. Mengenalkan budaya adiluhung. Lewat tarian. Salah satunya tari Bedhaya Sang Amurwabumi, yang tak lain ciptaan Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

Tampil di Wesleyan University, Connecticut.

Mengingat pentingnya misi itu, HB X pun menyempatkan diri menunggui para penari. Saat gladi bersih di Bangsal Trajumas Jumat (2/11).

Saat itu HB X berpesan kepada para penari untuk selalu menjaga kesehatan. Selama berada di AS. Apalagi saat ini AS sedang musim dingin. “Kalau sakit tidak ada pengganti,” tutur HB X.

Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Kridhamardawa KPH Notonegoro mengatakan, saat pementasan di AS para penari mengenakan kebaya. Seperti saat gladi bersih. Karena sudah menjadi pakem. Bagi penari maupun pengrawit. Meski suhu udara malam di AS bisa mencapai 4-6 derajat Celsius. “Kami tidak mungkin mengubah pakem,” katanya.

Selain Bedhaya Sang Amurwabumi, bakal turut ditampilkan tarian Klana Sewandana Gandrung dan Golek Menak Umarmaya-Umarmadi.  Selain sembilan penari, turut diberangkatkan tujuh pengrawit.

“Di Connecticut para penari dan pengrawit juga akan tampil di Yale University,” ungkap Sumaryono, dosen ISI, yang juga penabuh kendang.

Di Yale University juga akan dipentaskan wayang kulit dengan lakon “Arjuna Wiwaha” pada Selasa (6/11). Pentas wayang kulit purwa bukan tanpa alasan. Yale University menyimpan koleksi wayang kulit Jawa terbesar di Amerika Serikat.

Dua hari setelah tampil di Connecticut, para penari keraton dijadwalkan tampil di Asia Society, New York pada Minggu (11/11). Di pusat kebudayaan Asia tersebut juga akan ditampilkan tiga tarian adiluhung tersebut. (cr10/yog/rg/mo2)