BANTUL – Produk kerajinan tangan Kabupaten Bantul berpotensi merambah hingga ke Timur Tengah. Itu seiring dengan gelaran Indonesia Ekspo 2018 di Jeddah, Arab Saudi. Berbagai produk hasta karya Bumi Projotamansari bakal ikut dipamerkan dalam event yang digelar mulai 27 November hingga 1 Desember ini.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DKUKMP) Bantul Sulistiyanta berjanji tak akan menyia-nyiakan peluang emas ini. Apalagi, tidak semua daerah di Indonesia dipilih memamerkan beragam produk unggulannya.

”Tahun ini Bantul dipercaya punya peluang untuk mengisi pasar kerajinan di sana,” jelas Sulis, sapaannya, di kantornya, Kamis (1/11).

Ada dua pangsa pasar yang disasar dinas. Yaitu, masyarakat Timur Tengah dan jamaah umrah. Khusus jamaah umrah, Sulis menyebut, setidaknya ada 200 ribu masyarakat Asia yang beribadah umrah di sana.

”Setiap pulang mereka biasanya mencari oleh-oleh khas Indonesia,” ucapnya.
Dari itu, Kabupaten Bantul tidak hanya memamerkan produk kerajinan tangan. Melainkan juga bumbu masakan khas Bantul dan beberapa rempah. Juga potensi pariwisata.

”Targetnya, mereka suka dan berlanjut dengan transaksi,” harapnya.

Ketua DPD Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) DIJ Timbul Raharjo melihat, peluang kerajinan Kabupaten Bantul di Timur Tengah sangat terbuka. Terutama, mebel. Itu menyusul perkembangan dunia perhotelan dan pariwisata di Arab Saudi. Dengan begitu, pasar furnitur seperti gazebo sangat terbuka.

”Kerajinan home accessoris juga punya peluang cemerlang,” tuturnya.
Saat berada di Arab Saudi, kata Timbul, rombongan bakal membawa katalog produk. Itu untuk dipresentasikan kepada pengunjung.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bantul Taufik Ridwan menambahkan, produk rempah yang akan dibawa di antaranya adalah minuman daun sirsak, wedang uwuh, dan teh gurah.

”Kami juga akan menawarkan produk fesyen. Mengingat, perempuan di Arab sudah mau fashionable,” tambahnya. (ega/zam/by/mo1)