JOGJA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja akhirnya merespon keresahan warga Ngupasan Gondomanan yang terganggu dengan banyaknya kotoran burung di wilayahnya. Petugas kebersihan bergerak melakukan pembersihan kotoran burung di sepanjang Jalan Mayor Suryotomo kamis pagi (1/11). DLH Kota Jogja baru membersihkan kotoran burung yang jatuh di jalan maupun aspal, belum mencari solusi terkait penyebabnya.

Kepala DLH Kota Jogja Suyana mengatakan untuk pembersihan sepanjang Jalan Mayor Suryotomo hingga perempatan Gondomanan tersebut dikerahkan mobil penyiram taman dan mobil road sweeper milik DLH Kota Jogja. “Karena kotoran burung ini sulit jika dikerjakan hanya dengan tenaga manusia,” paparnya.

Sebagian trotoar yang tidak dapat dijangkau oleh mobil road sweeper kemudian dibersihkan menggunakan sapu lidi dan sikat secara manual oleh tenaga kebersihan DLH Kota Jogja. “Karena kotorannya sudah kering jadi harus disiram air dulu,” tutur mantan Kepala Disperindagkoptan Kota Jogja itu.
Terpisah Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Christiana Agustiani mendorong DLH Kota Jogja melakukan antisipasi dengan mengintensifkan pembersihan. Waktunya ditambah sehingga tidak menimbulkan ketidaknyamanan warga. Selain itu, Ana sapaanya juga meminta DLH Kota Jogja mencari solusinya. “Tidak hanya membersihkan perlu juga dicari penyebab burung sriti itu dari mana dan solusinya supaya kotorannya tidak mengganggu masyarakat,” katanya.

Sebelumnya warga di sepanjang Jalan Mayor Suryotomo Ngupasan mengeluhkan baud an kotoran burung yang jatuh di wilayahnya. Kondisi tersebut sudah berlangsung kurang lebih tiga bulan terakhir. Beberapa warga bahkan memasang plastik yang diikatkan pada kayu setinggi kabel listrik untuk mengusir burung. Tak hanya itu, setiap sore menjelang malam, beberapa tiang listrik dipukul-pukul warga agar burung tak bersarang di rumah dan toko-toko. (cr9/pra/er/mo1)