Kurang Inisiatif, Super Elja Takluk di Tanah Rencong

ACEH – Upaya PSS Sleman mengudeta pemuncak klasemen sementara Persita Tangerang di klasemen Grup B Liga 2 gagal. Itu setelah Super Elang Jawa harus mengakui keunggulan tuan rumah Persiraja Banda Aceh dengan skor tipis 1-2 di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Kamis (1/11).

PSS Sleman kini harus puas berada di posisi paling buncit klasemen Grup B Liga 2 dengan nilai 1. Sementara itu Laskar Rencong –julukan Persiraja menggeser posisi yang sebelumnnya ditempati PSS Sleman dengan nilai 3.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara mengatakan, anak asuhnya terlalu bermain berhati-hati di babak kedua. Hal itu menjadi penyebab pemainya kurang inisiatif. Meski kalah, Seto tetap memberikan apresiasi terhadap Ichsan Pratama dkk. ”Mereka sudah memberikan yang terbaik,” katanya.

Ya, dua laga away secara beruntun memang tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh Busari dkk. PSS Sleman tercatat menjadi satu-satunya tim dari grup B yang belum merasakan kemenangan. Setelah laga melawan Persiraja, PSS Sleman akan bertemu Madura FC di Stadion Maguwoharjo pada Selasa (5/11).

Menguasai jalannya pertandingan, PSS Sleman unggul terlebih dahulu melalui tandukan Slamet Budiono (39’). Setelah turun minum, Super Elang Jawa pun sebenarnya tetap mengontrol pertandingan. Sayang beberapa kali kesalahan pemain belakang PSS Sleman harus dibayar mahal oleh gol penyama kedudukan yang diciptakan Zamrony (59’).

Menjelang pertandingan usai, tuan rumah mengambil inisiatif serangan. Di injury time, Andre Abu Bakar mengganjar gawang yang dikawal Ega Rizky dengan gol kemenangan bagi tuan rumah. Husnuzon menjadi kreator terciptanya gol bagi Persiraja dengan memberikan thru pass yang dimanfaatkan dengan baik oleh Andre (90+1).

Pada laga ini Seto mengeluhkan kondisi lapangan yang tidak rata. Itu tampak skema bola-bola pendek yang diperagakan oleh PSS Sleman tidak banyak berjalan karena bola bergerak terlalu liar.”Tentu kami akan lakukan evaluasi, kami masih memiliki laga kandang yang harus dimaksimalkan,” kata Seto.

Pelatih Persiraja Banda Aceh Akhyar Ilyas mengaku cukup puas bisa mengantongi poin penuh dari PSS Sleman. Menurutnya, tiga poin dari tim berkualitas seperti PSS Sleman cukup penting. Dikatakan, kunci kemenangan timnya atas Super Elang Jawa terletak pada kesabaran para pemain yang tidak terpancing pada permainan cepat yang diperagakan PSS Sleman. ”Kami berhasil memanfaatkan kelengahan mereka. Termasuk mengunci pergerakan Gonzales,” jelasnya.

Pada laga Kamis (1/11), Seto melakukan perombakan pada lini serangnya. Slamet Budiono dan Rifal Lastori menggantikan peran dari Rangga Muslim dan Rossy Noprihanis yang dipercaya pada laga melawan Persita Tanggerang. Sementara goal gatter PSS, masih bertumpu pada Christian Gonzales. Sementara di lini tengah, praktis tidak ada perubahan. Trio Ichsan Pratama, Amarzukih, dan Busari tetap dipercaya menjadi bagian dalam starting eleven. (bhn/din/fj/mo1)