Menengok Aktivitas Kiper PSIM Jogja Ivan Febrianto

Masa libur bukan berarti bisa bersantai. Bagi penjaga gawang PSIM Jogja Ivan Febrianto waktu libur justru makin giat berlatih. Apa yang dia lakukan ?

BAHANA, Jogja

Saat ini, Ivan memilih pulang ke kampung halamannya di Semarang usai PSIM Jogja menuntaskan kompetisi Liga 2. Untuk tetap menjaga fisik dan reflek, dia pun bergabung dengan tim-tim lokal yang ada di kampungnya. “Tetap bermain juga sama teman-teman agar tetap prima,” kata Ivan.

Ivan mengaku belum mendapatkan kejelasan kapan manajemen Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja akan mengumpulkan kembali pemain untuk menghadapi Piala Indonesia. “Prinsip saya, siap dipanggil kapan saja,” jelas Ivan.

Ivan sendiri sebenarnya mendapatkan kesempatan untuk bermain di babak delapan besar. Dua tim Liga 2 yang tengah berlaga di babak delapan besar Madura FC. Bahkan dikabarkan PS Mojokerto Putra pun meminati penjaga gawang kelahiran Semarang, 26 tahun silam itu.

Selama mengarungi Liga 2 Indonesia, Ivan sendiri nyaris tak tergantikan di PSIM Jogja. Dia hanya absen, saat PSIM berlaga di Piala Indonesia. Di PSIM Jogja, awalnya Ivan hanyalah kiper pilihan ketiga. Ketika itu, dia berada di bawah bayang-bayang Tito Rama dan Ony Kurniawan. Ketika Tito mengalami cedera parah, pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto memberikan kesempatan yang tidak disia-siakan. “Sangat beruntung bisa dipercaya terus mengawal gawang PSIM,” jelasnya.

Ivan mengaku sempat kesulitan kala dituntut menerapkan gaya bermain yang diperagakan PSIM. Apalagi PSIM dengan skema build up. Seiring berjalannya waktu, dia mulai nyaman menjalankan peran krusial, sebagai inisiator terbangunnya serangan itu. Alhasil, dengan ketenangan yang dimiliki, kunci menjadi kiper modern mulai digenggamnya.

Walau begitu, Ivan tidak memungkiri, kalau skema yang mulai diperagakan PSIM sejak tampil di gelaran ISC B 2016 lalu tersebut, memang memiliki risiko tersendiri. Khususnya bagi penjaga gawang, saat lawan menerapkan pressing tinggi. “Semua bisa diatasi dengan ketenangan. Itu kuncinya,” kata pemain yang mengidolakan kiper FC Barcelona Marc-AndrĂ© ter Stegen ini. (din/mo1)