Permudah Masyarakat Buat Laporan dan Aduan

MAGELANG – Pelayanan yang cepat, efektif, dan efisien menjadi tujuan yang hendak dicapai Polres Magelang Kota di bawah pimpinan AKBP Kristanto Yoga Darmawan. Salah satu pendekatannya dengan pemanfaatan teknologi informasi (TI). Tepatnya, berupa aplikasi berbasis android, dengan nama Elang Kota (Elektronik Layanan Masyarakat Polres Magelang Kota).

“Layanan ini tujuannya untuk memudahkan masyarakat membuat laporan atau aduan, hingga mengurus SIM dan SKCK. Ini mungkin pertama di Indonesia,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

Aplikasi tersebut bisa diunduh melalui Playstore. Saat ini, setidaknya ada sembilan macam fitur, antara lain laporan polisi, laporan kehilangan, permohonan SIM, permohonan SKCK, dan permohonan ijin keramaian.

Termasuk fitur permohonan izin penyampaian pendapat, permohonan cek fisik kendaraan, pengaduan propam, dan laporan data orang asing.

Dengan terampil pria yang pernah menjabat Kasatlantas Polres Depok tersebut memperlihatkan aplikasi di telepon pintarnya yang sudah tersambung dengan monitor ukuran besar. Dengan aplikasi ini masyarakat dapat menghemat waktu dan tenaga saat mengurus permohonan. Pemohon cukup mengisi permohonannya di aplikasi dan akan mendapat kode.”Saat datang ke kantor polisi tinggal scan saja kodenya dan mendapat cetakannya,” jelasnya.

Dalam aplikasi tersebut, pemohon bisa menentukan sendiri waktunya datang ke kantor polisi. Setiap jenis permohonan sudah ada petunjukkanya di aplikasi, seperti syarat dan lainnya. Ketika di kantor polisi, pemohon tidak perlu lagi mencatat secara manual.

Di sinilah kemudahannya bagi masyarakat. Tidak perlu lama mencatat permohonan secara manual. Meski sudah ada aplikasi berbasis daring, pemohon yang ingin dilayani luring (offline) juga bisa.”Jadi, kami punya dua layanan yang semua bisa dilayani,” jelasnya.

Kristanto mengaku, Elang Kota sudah mulai diterapkan meski belum secara resmi diluncurkan. Dalam pembuatan aplikasi ini, pihaknya menggandeng pihak ketiga, yakni PT Bara Cipta Laksana yang berkantor di Bandung.

Operator dari PT Bara Cipta Laksana, Abby Warma Pandoe mengungkapkan, pembuatan aplikasi ini terbilang cepat. Yakni hanya sekitar dua minggu. Konsep aplikasi ini seperti receptionist online, yakni menerima permohonan dari masyarakat secara daring untuk kemudian diproses. “Sama seperti kita pesan tiket pesawat atau kamar hotel. Pemohon mengisi permohohannya apa di aplikasi, lalu datang ke kantor polisi untuk mendapatkan hasil permohonannya itu,” ungkapnya.

Menurutnya, sistem ini terbilang sederhana. Karena tetap mengutamakan standar prosedur yang ada di kepolisian. Seperti pemohon harus datang untuk mendapatkan hasilnya. “Jadi, pemohon datang ke kantor polisi untuk mendapatkan print out atas laporan/permohonannya itu,” tandasnya. (dem/din/by/mo1)