SLEMAN – Ada saja strategi dan cara para pengedar narkotika menjual dagangannya. Mulai dari tatap muka, jasa kurir hingga taruh alamat. Ini mereka lakukan untuk mengelabuhi polisi.

Namun, usaha itu tetap terdeteksi polisi. Buktinya, tim Ditresnarkoba Polda DIJ berhasil mengungkap modus baru pengedaran barang haram ini. Yang terbaru adalah tertangkapnya kurir berinisial Is, 27 di Condongcatur, Depok Sleman. Pelaku ini sebenarnya adalah kurir yang diminta menaruh barang (narkotika) oleh pengedar. “Setiap titik dia mendapatkan upah Rp 50 ribu,” jelas Kasubdit II Ditresnarkoba Polda DIJ AKBP Mardiyono, kemarin (31/10).

Terungkapnya aksi sang kurir saat jajarannya menggelar patrol rutin. Dalam satu kesempatan personel kepolisian melihat tingkah mencurigakan seorang pria di parkiran Casa Grande. Saat didekati dan interograsi, pria ini mengaku akan bertransaksi tembakau gorilla.

Dari pengakuan pria tersebut munculah nama Is. Personel kepolisian langsung menuju kos Is. Di kamar milik pria asal Maluku ini justru ditemukan bukti baru. Berupa empat paket hemat sabu seberat 1,34 gram.

Dari Is, diperoleh  keterangan telah menaruh sabu di sejumlah titik. Berdasarkan keterangan tersebut polisi berhasil menemukan sabu seberat 0,45 gram, 0,46, 043 dan 042 di empat lokasi berbeda. Mulai dari termincal Condongcatur, timur Stadion Maguwoharjo, kawasan Tajem dan dekat Jogja Bay.

Sebagai penanda, sabu dibungkus dengan isolasi berwarna coklat. Selanjutnya diikatkan ke sebuah tusuk sate dengan tali rafia berwarna biru. Para pembeli cukup mentransfer dan pengedar mengirimkan alamat pengambilan.

Tindakan tegas tetap diberikan kepada Is. Alumnus sebuah universitas administrasi pemerintahan diganjar dengan pasal berlapis sebagai kurir dan pemakai narkoba. Mulai dari Pasal 114, Pasal 112 dan pasal 127 KUHP. “Is ini juga memakai. Sehingga kami juga kenakan pasal mengonsumsi narkoba jenis sabu,” tegasnya. (dwi/din/zl/mo2)