JOGJA – Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Jogjakarta mengadakan pertunjukan ketoprak milenial di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Selasa malam (30/10). Pertunjukan dengan lakon Mimis Kencana itu menampilkan kisah perjuangan tokoh Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo.  ”Beliau merupakan sosok yang nasionalis dan lebih mengutamakan kepentingan bangsa daripada golongan,” ujar Ketua LSBO PWM Muhammadiyah Akhir Luksono, SSn, MM.

Cerita dimulai saat muda Ki Bagus yang waktu itu mempunyai nama Hidayat, mengajak teman-teman sebayanya di Kampung Kauman untuk bermain sandiwara Stambul dan bermain sepak bola. Namun mereka mendapatkan tentangan dari sesepuh masjid yaitu Kiai Basori. Namun, Dayat mampu bernegosiasi dengan Kiai Basori dan teman-temannya dengan berkumpul di serambi masjid kidul.

Fragmen ketoprak juga menampilkan saat Ki Bagus dengan berani menolak perintah pendudukan Jepang yang memaksa warga Saikirie atau hormat kepada kaisar Jepang Tenno Haika.

Cerita kisah perjuangan Ki Bagus Hadikusumo ini ditulis oleh Erwito Wibowo. Sutradara diserahkan kepada Brisman Haryo Seno dan penata musikk dan iringan diampu oleh Ahmad Hasfi Al Hasby (Hasfi). Seniman senior Yati Pesek juga turut tampil dalam pertunjukan tersebut.

“Mewakili keluarga kami memberikan apresiasi yang tinggi terhadap ide dan kreatifitas LSBO PW Muhammadiyah DIY,’’ kata cucu Ki Bagus Hadikusumo, Afnan Hadikusumo. Dia berharap agar di era milenial dengan ketoprak dapat meneladani apa yang sudah pernah dilakukan Ki Bagus. Dia berharap langkah ke depan LSBO tambah sukses dalam mengadakan kegiatan.

Mendikbud Prof Muhadjir Effendy mengatakan, seni budaya dapat menghaluskan budi pekerti. Termasuk dapat juga membentuk karakter seseorang. Karena itu seni budaya harus terus berkembang sebagai salah satu warisan leluhur. “Semoga dengan ketoprak milenial Ki Bagus Hadikusumo ini, dakwah bisa disampaikan dengan seni budaya dan bisa diterima oleh norma ketimuran,” tuturnya. (riz/din/zl/mo2)