Selalu Klarifikasi Informasi yang Diterima

JOGJA – Masyarakat diminta tenang tapi tetap waspada dengan beredarnya informasi penculikan anak di grup Whatsapp atau media social lainnya. . Pesan itu berbentuk video dan teks yang berisi korban penculikan anak yang organnya.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMP2A) Kota jogja Octo Noor Arafat mengakui adanya broadcast tersebut. Tapi Octo menhimbau masyarakat bijak menyikapi setiap infotmasi yang ada di medsos. Menurut Octo, langkah yang harus dilakukan oleh orang tua adalah tidak perlu panik namun tetap waspada, serta tetap mengawasi anak ketika berpergian atau bertemu orang.

“Juga mengedukasi anak agar tidak gampang mempercayai orang yang tidak dikenal,” jelasnya Rabu (31/10).

Untuk mencegah kasus penculikan anak-anak, masyarakat juga harus mulai peka pada keamanan lingkungan sekitar khususnya tempat tinggal. Jika menemukan hal-hal yang dirasa mencurigakan, alangkah baiknya segera melapor kepada pihak berwajib. Sekolah juga diharapkan bisa memeperketat keamanan.

“Serta pengoptimalan dalam hal komunikasi antara pihak sekolah dengan  orang tua siswa juga perlu menjadi perhatian. Misalnya memberitahu anaknya pulang dengan siapa,” terang mantan Camat Danurejan itu.

Terpisah Kapolresta Jogja, Kombes Pol Armaini juga meminta masyarakat tak perlu takut tentang maraknya hoaks yang beredar. Dia menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi tanpa sumber yang tidak jelas.

“Setiap ada informasi lakukan klarifikasi, cek, ricek dan crosscheck terhadap info apapun,” pintanya.

Armaini tegas mengatakan informasi penculikan anak di Kota Jogja merupakan hoaks yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung-jawab dengan tujuan untuk meresahkan masyarakat.

“Hoaks itu, sumber berita juga tidak jelas. Kalau memang ada penculikan di Jogja tentu kami pihak kepolisian akan bergerak cepat,” tambahnya.

Armaini juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan berita tersebut melalui pesan pribadi. Menurutnya hal tersebut justru menyebabkan keresahan bagi masyarakat lain. Ketika masyarakat menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya, dikhawatirkan akan menimbulkan kecemasan yang berlebihan. (cr5/pra/zl/mo2)